Jembatan Anti Gempa di Palembang Akan Diresmikan

Jembatan Anti Gempa di Palembang Akan Diresmikan
info gambar utama

Ibukota Sumatra Selatan, Palembang, akan membuka Jembatan Musi IV pada bulan November. Jembatan yang memiliki struktur tahan gempa tersebut akan menghubungkan dua wilayah kota yang dipisahkan oleh Sungai Musi yang ikonik.

Kiagus Syaiful Anwar, kepala Badan Jalan Nasional (BBPJN V) bertugas mengawasi wilayah tersebut, mengatakan rentang utama jembatan dibangun menggunakan metode extradosed, yang menggunakan struktur yang menggabungkan unsur-unsur utama prestressed box girder bridge dan cable-stayed bridge.

Ilustrasi Jembatan Musi IV | Sumber: Sriwijaya Post
info gambar

“Ketahanan jembatan dapat mencapai hingga 100 tahun dan lebih tahan terhadap gempa bumi,” kata Kiagus, menambahkan bahwa metode ini juga cocok untuk lokasi sungai yang mana sering ada kapal pesiar lewat, sama seperti Musi.

Kiagus mengatakan konstruktor juga telah menerapkan teknologi untuk memantau kondisi jembatan dari jarak jauh, yang disebut sistem pemantauan kesehatan struktural.

Jembatan Musi IV tahan gempa, Palembang, Sumatra Selatan | Foto: Yulia Savitri / Jakarta post
info gambar

Perusahaan konstruksi milik negara PT Adhi Karya hampir menyelesaikan konstruksi karena dua bagian jembatan itu dikerjakan selama akhir pekan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan RI mengatakan jembatan itu akan diresmikan pada bulan November oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo.

Jembatan itu akan menawarkan akses alternatif kepada orang-orang yang menyeberangi Sungai Musi. Sampai saat ini, pengendara mobil dan pengendara sepeda motor bergantung pada Jembatan Ampera, ikon lain kota Palembang. Pihak berwenang akan melakukan uji kelayakan lalu lintas di jalan menuju jembatan.

Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan ia optimis bahwa jembatan itu akan membantu memacu ekonomi lokal. "Sistem transportasi yang terkoneksi dengan baik akan berkontribusi pada pembangunan kota."


Sumber: Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini