Cerita Awardee LPDP: Ada Rasa untuk Palu – Donggala

Cerita Awardee LPDP: Ada Rasa untuk Palu – Donggala
info gambar utama

Salah satu tanggung jawab moral dari para penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) LPDP adalah mengabdi, membaktikan diri untuk bangsa lewat karya dan karsa. Hal inilah yang diimplementasikan oleh para muda luar biasa ini lewat sebuah proyek sosial yang dilakukan di Palu – Donggala sehubungan dengan bencana alam yang terjadi pada September 2018 lalu. Sebanyak 118 orang awardee (penerima) beasiswa LPDP yang tergabung dalam program Persiapan Keberangkatan (PK) angkatan ke-128 ini bahu-membahu merancang dan menggerakkan kegiatan sosial sebagai bentuk solidaritas dan pengabdian kepada sesama yang membutuhkan. Bertajuk “7 Days of Healing,” beragam kegiatan dilakukan dengan fokus pada bidang pendidikan.

Ke-118 orang awardee LPDP ini bergerak dibawah nama angkatan Panrita Arundaya, melakukan kegiatan sosial yang terpusat di dua tempat yakni Posko Pengungsian Vatutela dan SMA Negeri 1 Sirenja. Membangkitkan semangat belajar para pelajar di Palu – Donggala setelah terjadinya bencana adalah hal yang dirasa esensial untuk dilakukan oleh para awardee LPDP ini, mengingat dahsyatnya bencana gempa bumi dan tsunami yang meluluhlantakkan sejumlah fasilitas yang ada, termasuk berbagai fasilitas pendidikan.

Kegiatan bersama para pelajar SMA (Panrita Arundaya)
info gambar

Dilaksanakan pada 29 Oktober hingga 4 November 2018, terdapat empat jenis kegiatan yang dilakukan yakni Kelas Inspirasi, A Letter to Friend, Happy Center serta Pojok Baca. Dipimpin langsung oleh Saldi Yusuf selaku Ketua Angkatan PK-128 LPDP, para awardee LPDP yang menjadi relawan ini bekerja sama dengan beberapa organisasi yang juga terlibat dalam kegiatan sosial di Palu – Donggala. Lewat Kelas Inspirasi, para pelajar mengikuti berbagai aktivitas pendidikan dengan materi tentang trauma healing, mental dan ketrampilan, pengembangan diri dan psikososial serta spiritualitas dan kepemimpinan. Sementara itu, A Letter to Friend memfasilitasi penumbuhan sikap empati dengan cara menuliskan surat dukungan kepada mereka yang tertimpa bencana tersebut.

Keceriaan para aak - anak dalam mengikuti kegiatan di Posko Pengungsian (©Panrita Arundaya)
info gambar

Happy Center dirancang untuk anak – anak, dengan menciptakan suasana posko bencana sebagai tempat yang ramah anak lewat berbagai kegiatan yang memantik semangat optimisme dan mengembalikan keceriaan anak – anak tersebut. penyuluhan kesehatan, kegiatan menghias posko, outbound hingga pentas seni dilakukan bersama para anak – anak di posko pengungsian. Juga, Pojok Baca disediakan agar anak – anak tersebut bisa menghabiskan waktunya dengan kegiatan literasi di lokasi pengungsian. Tujuannya sederhana, para awardee LPDP ini ingin agar bencana tidak menjadi penghalang bagi anak – anak ini untuk terus belajar.

Kebersamaan yang terjalin di lokasi pengungsian. Membangkitkan semangat adalah tanggung jawab. (©Panrita Arundaya)
info gambar

Antusiasme para pelajar yang terlibat dalam kegiatan sosial dari Panrita Arundaya ini sangat tinggi. Mulai dari pelajar TK, SD, SMP hingga SMA terlihat antusias dalam mengikuti setiap sesi yang diselenggarakan oleh para relawan ini. Ada gurat senyum, ada semangat, dan ada optimisme yang terpancar dari dalam diri mereka masing – masing setelah bencana terjadi di daerah mereka. inilah yang menjadi inti dari pengabdian yang dilakukan oleh para awardee LPDP, yakni menyemangati para pelajar agar memiliki kekuatan untuk bangkit kembali. Tentunya, dengan cara – cara yang kreatif dan edukatif.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini