Indonesia Banjir Penghargaan di Good Design Award 2018 Jepang

Indonesia Banjir Penghargaan di Good Design Award 2018 Jepang

Logo Good Design Award 2018 © jidp.or.jp

Karya anak bangsa kembali mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Salah satu yang terbaru, pada ajang bernama Good Design Award 2018 yang diselenggarakan di Jepang (22/10), perwakilan Indonesia sukses menyabet tujuh penghargaan bergengsi!

Ketujuh penghargaan tersebut jatuh pada Sepeda Bambu ciptaan Singgih Kartono yang meraih G-Mark Best 100, diikuti enam penghargaan lain di kategori G-Mark Good Design. G-Mark adalah nama lain dari Good Design Award.

Enam penghargaan itu dimenangkan oleh mobil Daihatsu Terios karya Mark Widjaja, Kursi Lukis Armchair buatan Abie Abdillah, Kain Bamboo Batik Stole milik Lusiana Limono. Arang Gambar temuan Jindee Chua, Suriawati, Qiu, dan Merlins, lalu Lubang Angin ‘Dashdot’ yang dibuat oleh Zenin Adrian, serta Cold Drip Coffee Maker yang dirakit Ronald Malone.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Karya-karya bangsa Indonesia yang ikut serta di ajang ini difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementrian Perdagangan. Total ada 17 produk Indonesia yang dibawa ke Hotel Grand Hyatt, Tokyo, tempat Good Design Award yang ke-62 digelar.

Dari 17 produk tersebut, 14 diantaranya berstatus pemenang Good Design Indonesia (GDI) tahun 2017 dan 2018, untuk kategori GDI of The Year dan GDI Best. Kemudian tiga lainnya lolos melalui tahap ASEAN Design Selection, yaitu kerja sama Ditjen PEN bersama ASEAN-Japan Center (AJC).

Rasa bangga diungkapkan oleh Direktur Jenderal PEN, Arlinda. Saat diwawacarai Tempo, ia mengatakan bahwa dengan meraih banyak penghargaan di kompetisi ini, akan meningkatkan peluang ekspor produk-produk buatan Indonesia.

“Kami turut bangga dengan keberhasilan produk-produk tersebut menjadi pemenang G-Mark 2018. Diharapkan, dengan keberhasilan internasional ini, dapat membuka peluang bagi produk dalam negeri untuk diterima di berbagai pasar ekspor, terutama Jepang yang merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia,” terangnya.

Arlinda juga menambahkan, prestasi ini menunjukkan bahwa desain yang kreatif dan inovatif akan mendongkrak ekspor non-migas, karena memiliki nilai tambah dan daya saing.

“Di sinilah peran suatu desain yang kreatif dan inovatif, yaitu mampu menciptakan produk-produk yang tidak hanya unggul dari sisi bahan baku, tetapi juga mampu menyesuaikan dengan tren dan selera konsumen dunia yang dinamis,” pungkasnya.

Sementara itu Lusiana Limono, wanita asal Malang yang meraih penghargaan G-Mark Good Design 2018, tak mampu menahan kegembiraannya. Ia menjadi yang terbaik dari ribuan karya yang menjadi pesaingnya.

“Bangga juga bisa menjadi bagian yang menerima award. Saya masuk bagian 1.353 karya yang diberi penghargaan dan satu-satunya dari Malang,” ucapnya dengan penuh suka cita, dikutip dari Malang Post.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)


Sumber: Tempo.co, Malang Post, Kastara.id, Good Design Award

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Membanggakan, Mahasiswa ITS Raih Penghargaan di Amerika! Sebelummnya

Membanggakan, Mahasiswa ITS Raih Penghargaan di Amerika!

Ada 8 Universitas Negeri dari Indonesia yang Masuk dalam Daftar 1000 Universitas Terbaik Dunia Selanjutnya

Ada 8 Universitas Negeri dari Indonesia yang Masuk dalam Daftar 1000 Universitas Terbaik Dunia

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.