Film The Raid sempat menggebrak dunia perfilman internasional pada medio 2011. Mengisahkan sekelompok polisi yang menyerbu markas gembong narkoba, film arahan Gareth Evans itu sukses memberi nuansa baru di kategori film action.

The Raid memang fenomenal. Dari dua edisinya, The Raid: Redemption di edisi pertama dan The Raid 2: Berandal sebagai sekuelnya, semua meraup jumlah penonton yang banyak, dan mendapatkan keuntungan yang masif.

Redemption meraih keuntungan 9 kali lipat dari biaya produksi, sedangkan Berandal walaupun tidak mendapat keuntungan sebesar film pertama, tapi mendapat respon yang sangat bagus.

Rotten Tomatoes mencantumkan angka 80% dengan certified fresh, tentang penilaian The Raid kedua. Kemudian pengguna IMDb rata-rata memberikan rating 8 untuk Berandal, dengan Metascore mencapai 73. Untuk ukuran film action, angka itu cukup tinggi, bahkan melebihi rating film penuh teknologi seperti Transformers.

Meroketnya pamor The Raid juga berdampak positif pada popularitas para aktornya. Terutama tiga sejoli yang menjadi aktor utama di The Raid: Redemption, yakni Iko Uwais, Joe Taslim, dan Yayan Ruhian, yang tak lama kemudian banjir tawaran membintangi dan atau menata koreografi adegan bertarung di film-film papan atas Hollywood.

Iko Uwais jadi yang paling laris. Sosok protagonis di film The Raid ini tercatat pernah membintangi film-film Box Office dan beradu peran dengan aktor-aktor kawakan mancanegara. Contohnya Man of Tai Chi (2013), Star Wars Episode VII: The Force Awakens (2015), Beyond Skyline (2017), Mile 22 (2018), dan yang terbaru adalah film rilisan Netflix, The Night Comes for Us.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Lesatan karier ini menjadi lanjutan kesuksesan suami Audy tersebut di dunia peran. Sebelumnya, Iko sempat tenar kala bermain film Merantau pada tahun 2009, tapi gaungnya belum sebesar The Raid. Padahal, film tersebut juga sama disutradarai oleh Gareth Evans.

Tak hanya Iko Uwais, Joe Taslim yang karakternya tewas di The Raid pertama dan Yayan Ruhian yang memainkan peran berbeda di dua edisi The Raid, juga kebanjiran tawaran dari film-film Hollywood.

Joe Taslim pernah tampil di film Fast & Furious 6, menghajar Roman Pierce dan Tej sampai babak belur, sebelum gugur di medan laga karena jatuh dari pesawat. Kemudian di film Star Trek: Beyond ia juga pernah ambil bagian, sebagai Manas sang monster bengis. Lalu yang terbaru ia berada satu layar lagi dengan Iko Uwais di The Night Comes for Us.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Bagaimana dengan Yayan Ruhian? Pria kelahiran Tasikmalaya 50 tahun silam yang juga dikenal dengan julukan Maddog itu, lebih banyak berperan di belakang layar dalam film-film Hollywood. Dua diantaranya menjadi koreografer adegan berkelahi, di film Beyond Skyline dan Wiro Sableng. Khusus di film yang disebut terakhir, ia juga menjadi pemain di sana.

Kesuksesan tiga serangkai The Raid menembus dunia perfilman nasional memang sangat layak diapresiasi. Walau di beberapa film hanya menjadi cameo atau “mati cepat”, tapi keberhasilan ini terlalu besar untuk dipandang sebelah mata.

The Raid sendiri sebenarnya belum usai dari segi cerita, tapi belum diketahui secara pasti mengapa film yang meraih beragam penghargaan internasional ini belum atau tidak dilanjutkan ke edisi ketiganya.

Meskipun begitu, bukan berarti kita takkan berjumpa lagi dengan trio The Raid di layar lebar, layar kaca, maupun layar laptop. Setelah The Night Comes for Us menyapa kita bulan lalu, tahun depan saatnya menyambut John Wick Chapter 3 yang akan menampilkan Yayan Ruhian.

Sumber: imdb.com, Rotten Tomatoes, Kumparan

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu