Eko Yuli, Sang Juara Dunia Angkat Besi

Eko Yuli, Sang Juara Dunia Angkat Besi
info gambar utama

Resmi sudah! Gelar juara dunia angkat besi tahun ini jatuh ke tangan Eko Yuli Irawan. Lifter asal Indonesia itu meraihnya di Turkmenistan, hari ini (4/11).

Eko Yuli turun di kelas 61 Kg, dan berhasil menyabet tiga medali emas. Tak hanya itu, pria 29 tahun asal Lampung ini juga memecahkan rekor dunia di kelas yang baru saja dipertandingkan itu.

Tiga rekor dunia yang berhasil dipecahkan Eko Yuli adalah Clean and Jerk dari 173 kg menjadi 174 Kg, lalu total angkatan dari 312 Kg menjadi 313 Kg, dan dari 313 Kg naik ke 317 Kg.

Tentang kesuksesan Eko Yuli menyabet gelar juara dunia dan memecahkan rekor dunia, manajer tim, Sony Kasiran, mengatakan bahwa ada strategi permintaan angkatan untuk menaklukkan lawan-lawannya.

“Awalnya kita ajukan angkatan 177 untuk Clean and Jerk, untuk mengelabuhi Cina. Tetapi ketika Cina dan Kolombia gagal di angkatan 172, akhirnya tim pelatih putuskan menjadi 174,” terangnya, dikutip dari TribunSport.

Sementara itu Eko Yuli mengungkapkan kegembiraannya, karena pada akhirnya sukses mempersembahkan gelar juara dunia, setelah memenangkan dua medali perunggu dan satu medali perak di Olimpiade.

“Saya sangat senang memenangkan Kejuaraan Dunia untuk pertama kalinya, dan inilah yang saya harapkan bisa saya raih sendiri,” tuturnya, seperti tertera di laman situsweb resmi Federasi Angkat Besi Dunia.

Untuk posisi kedua dan ketiga dunia, di belakang Eko Yuli berdiri dua lifter Cina. Fabin Li meraih medali perak dengan total angkatan 310 Kg, sedangkan Fulin Qin mendapat medali perunggu dengan total angkatan 308 Kg.

Eko Yuli bukan satu-satunya lifter Indonesia yang berpartisipasi di ajang tersebut. Selain dirinya, ada lifter putra Deni dan Triyatno yang turun di kelas 67 Kg, dan lifter putri Acchedya Jagaddhita di kelas 55 Kg, serta Sri Wahyuni di kelas 49 Kg yang meraih peringkat 7 dan dipastikan lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.


Sumber: Liputan6, TribunSport, Indosport, International Weightlifting Federation

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini