Ketika Proyek Infrastruktur Jadi Lokasi Wisata Baru

Ketika Proyek Infrastruktur Jadi Lokasi Wisata Baru

Jembatan Holtekamp © Dok. PPK Jembatan Holtekamp

Lokasi wisata tidak harus berupa pemandangan alam atau taman hiburan. Ada kalanya, sebuah proyek infrastruktur juga dijadikan lokasi wisata, seperti proyek pembangunan jembatan perbatasan di Skouw, Papua.

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Skouw mendadak jadi perhatian masyarakat setempat. Megahnya proyek Jembatan Holtekamp yang menghubungkan Jayapura dengan Koya dan perbatasan negara di Skouw, membuat banyak orang datang berbondong-bondong menyaksikan langsung proyek besar tersebut.

Jembatan Holtekamp menjadi batas negara Indonesia dan Papua Nugini. Terbentang sepanjang 1,32 kilometer dan selebar 732 meter, jembatan dengan dua lengkungan berwarna merah ini bisa memangkas waktu perjalanan sampai 1,5 jam! Oleh karenanya, traffic di kawasan tersebut akan meningkat pesat, yang dapat berdampak positif pada perekonomian lokal.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Pembangunan Jembatan Holtekamp juga diikuti pembangunan infrastruktur lainnya. Di sekitar wilayah jembatan, dibangun rumah peribadatan dan pasar yang mencapai 300 kios lebih. Pasar itu sendiri sudah beroperasi, yang dibuka seminggu dua kali. Di akhir tahun 2017 lalu total transaksi dagang mencapai Rp 50 miliar.

Membaiknya infrastruktur di Skouw juga membuat penduduk Papua Nugini terpikat. Beberapa warga kerap berkunjung ke Skouw, untuk membeli kebutuhan pokok, elektronik, dan barang-barang lainnya. Apabila persoalan konversi mata uang Papua Nugini ke hard currency lainnya sudah terselesaikan, bukan tak mungkin akan semakin mengundang banyak pengunjung.

Problem yang terjadi adalah kesulitan konversi mata uang PNG (Papua Nugini) yaitu Kina ke mata uang hard currency lainnya. Ke depan perlu kerjasama antar-otoritas keuangan di antara kedua negara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Daya tarik Skouw bukan saja memikat penduduk Papua Nugini, namun juga sudah merambah sampai warga Pasifik Selatan lainnya seperti Vanuatu dan Fiji,” tukas Frans Imbiri, petugas PLBN Skouw, dikutip dari Liputan6.

Pembangunan infrastruktur Indonesia Timur di era presiden Jokowi memang diperbanyak. Mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu pernah mengatakan, bahwa Indonesia bukan hanya Jawa sehingga pembangunan infrastruktur harus merata di seluruh Indonesia, salah satunya di Indonesia bagian timur.


Sumber: Liputan6, Kompasiana, Kumparan

Pilih BanggaBangga57%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi14%
Pilih TerpukauTerpukau14%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

2 Hafidz Asal Indonesia Tampil pada Ajang MTQ Internasional di Moskow Sebelummnya

2 Hafidz Asal Indonesia Tampil pada Ajang MTQ Internasional di Moskow

Makepung Lampit Kembarannya Karapan Sapi Selanjutnya

Makepung Lampit Kembarannya Karapan Sapi

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.