Daya listrik yang dimiliki PLN Indonesia akan segera diekspor ke luar negeri. Papua Nugini menjadi tujuannya, yang diperkirakan akan terealisasi dalam waktu dekat.

Hal tersebut diungkapkan manager PLN, Semuel Yarangga, pada Antara. Ia mengatakan bahwa kesepakatan kedua belah akan diselesaikan akhir bulan ini. Rencananya, Papua Nugini akan membeli listrik sebesar 2 megawatt dari PLN wilayah Papua dan Papua Barat (PLNWP2B).

Langkah berikutnya untuk merealisasikan kerja sama ini adalah menyamakan tegangan. Sebab, saat ini PLNWP2B memiliki tegangan sebesar 20 KV, sedangkan di Papua Nugini tegangannya mencapai 22 KV. Untuk menyeimbangkan, bisa dirancang memakai travo step-up.

“Kami akan menaikkan tegangan hingga sama yakni 22 KV. Pada tahapan awal, Papua Nugini akan membeli 2 megawatt listrik. Penambahan pembelian listrik akan terus berlanjut, salah satunya dialirkan ke Vanimo,” ujar Septian Pujianto, Asisten Analis Komunikasi PLNWP2B, dikutip dari Liputan6.

Vanimo memang menjadi wilayah yang ingin dialiri listrik tambahan oleh pemerintah Papua Nugini. Itu dikarenakan kota utama di provinsi Sepik Barat tersebut adalah yang terdekat dengan perbatasan Indonesia. Dari Vanimo, listrik akan dialirkan lagi ke Aitape dan jika memungkinkan sampai ke Wewak.

Ekspor listrik ke Papua Nugini juga sejalan dengan program kerja PLN ke depannya. Di tahun 2019, PLN menargetkan 99 desa di Papua dan Papua Barat sudah dialiri listrik. Saat ini PLTU Holtekamp memiliki dua mesin, yang masing-masing berdaya 50 megawatt. Sementara beban puncak di Jayapura bisa menanggung sampai 73 megawatt.

Sumber: Liputan6, RNZ

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu