Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda, sudah secara resmi dioperasikan. Sekian lama, Samarinda bertumpu pada Bandara SAMS di Balikpapan untuk akses dari dan ke luar Samarinda (juga Kaltim. Selain mempermudah akses udara dari dan ke Ibu Kota Kaltim, kehadiran bandara yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 1,6 triliun ini, akan mendatangkan dampak ekonomi yang luar biasa.

Bandara APT Pranoto memiliki ukuran runway 2.250 m x 45 m, taxiway berukuran 173 m x 23 m, apron 300 m x 123 m | DetikFinance |  Istimewa/Kemenhub.
Bandara APT Pranoto memiliki ukuran runway 2.250 m x 45 m, taxiway berukuran 173 m x 23 m, apron 300 m x 123 m | DetikFinance | Istimewa/Kemenhub.
Bandara ini mampu melayani pesawat Boeing 737-900 ER | Detifinance | Istimewa/Kemenhub.
Bandara ini mampu melayani pesawat Boeing 737-900 ER | Detifinance | Istimewa/Kemenhub.
Pada sisi darat telah dibangun gedung terminal seluas 12.700 m2 | Detikfinance | Istimewa/Kemenhub.
Pada sisi darat telah dibangun gedung terminal seluas 12.700 m2 | Detikfinance | Istimewa/Kemenhub.
Bandara ini mampu menampung penumpang dengan kapasitas 3.6 lalu lintas penumpang/tahun. | Detikfinance | Istimewa/Kemenhub.
Bandara ini mampu menampung penumpang dengan kapasitas 3.6 lalu lintas penumpang/tahun. | Detikfinance | Istimewa/Kemenhub.
Tersedia juga gedung hanggar seluas 36.342 m2. | detikfinanc | Istimewa/Kemenhub.
Tersedia juga gedung hanggar seluas 36.342 m2. | detikfinanc | Istimewa/Kemenhub.

Bandara baru ini mampu melayani lalu lalang 3,6 juta penumpang per tahun, sehingga dampak langsung ekonominya akan dirasakan oleh sektor pariwisata (hotel, restoran), tempat hiburan di Samarinda. 

Tidak hanya perekonomian masyarakat, pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Pemkot Samarinda juga akan mengalami peningkatan, imbas dari beroperasinya bandara. 

Sumber : Tribun Kaltim | Detik Finance

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu