Mengenal Minarti Timur, Peraih Medali Olimpiade 2000

Mengenal Minarti Timur, Peraih Medali Olimpiade 2000
info gambar utama

Jauh sebelum Owi/Butet membawa pulang medali emas Olimpiade Rio 2016, bahkan jauh sebelum Nova/Butet membawa pulang medali perak Olimpiade Beijing 2008, ada Minarti Timur dan pasangannya Tri Kusharjanto, ganda campuran Indonesia pertama peraih medali Olimpiade. Minarti/Tri meraih medali perak di Olimpiade Sydney 2000 setelah di babak final dikalahkan pasangan China Gao Ling/Zhang Jun.

Anda yang baru menjadi penggemar bulu tangkis, akan tetapi rajin menonton pertandingan bulu tangkis akhir-akhir ini, mungkin Anda tidak asing dengan Minarti Timur. Tentu saja, Memey, sapaan akrabnya, tidak lagi bertanding di lapangan. Ia ada di pinggir lapangan untuk mendampingi atlet binaannya.

Sejak Januari 2018, Minarti menjadi kepala pelatih untuk atlet tunggal putri yang bernaung di pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (pelatnas PBSI). Pada 2017, Minarti bergabung dengan PBSI sebagai asisten pelatih. Setahun kemudian, ia naik jabatan sebagai kepala pelatih. Salah satu anak didiknya ialah Gregoria Mariska Tunjung.

Minarti dipasangkan dengan Tri pada 1995. Sejak saat itu, keduanya terus menorehkan prestasi. Beberapa gelar yang berhasil Minarti/Tri raih ialah juara Indonesia Terbuka lima kali berturut-turut (1995—1999), juara dunia (1995), dan juara World Badminton Grand Prix Final (1995). Torehan tertinggi mereka, tentu saja medali perak Olimpiade. Bersama Tri pula, Minarti pernah menduduki peringkat satu dunia.

Selain dengan Tri, Minarti juga pernah dipasangkan dengan Sandiarto dan Bambang Supriyanto. Awal terjun ke dunia bulu tangkis, Minarti sebenarnya bermain di sektor tunggal putri. Namun, prestasinya sebagai tunggal putri tidaklah semoncer prestasinya sebagai ganda campuran.

Pulang kampung

Setelah mengundurkan diri dari pelatnas PBSI pada 2003, Minarti berkelana ke Brunei Darussalam dan Filipina untuk berkarier sebagai pelatih bulu tangkis. Dua tahun menjadi pelatih di Brunei Darussalam, pada 2005 Minarti pindah ke Filipina. Di sana Minarti menjadi pelatih privat sekaligus pelatih tim nasional.

Belasan tahun berkarier di Filipina, Minarti memutuskan untuk pulang kampung pada 2016. Alasannya kembali ke Indonesia ialah ia prihatin dengan sektor tunggal putri yang menurutnya kurang berprestasi. Keprihatinan itu ia wujudkan dengan menjadi pelatih atlet tunggal putri di perkumpulan bulu tangkis (PB) Djarum. Di PB tempat ia bernaung dulu itu, Minarti melatih atlet berusia 15, 17, dan 19 tahun.

GURU DAN MURID: Minarti bersama salah satu anak didiknya, Jorji. Lewat binaan Minarti, Jorji berhasil menjadi juara di Kejuaraan Dunia Junior 2017. © detik.net
info gambar

Usai melatih di PB Djarum, kini Minarti melatih di PBSI. Salah satu hasil karya Minarti ialah mengantarkan Gregoria “Jorji” Mariska Tunjung menjadi juara di Kejuaran Dunia Junior pada Oktober 2017 lalu. Minarti jugas sukses menempatkan Jorji pada peringkat 15 besar dunia. Jorji yang pada awal 2018 masih bercokol di peringkat 43, kini menempati peringkat 15.

Di kota kelahirannya, di Surabaya, Minarti mendirikan lapangan bulu tangkis. Nama lapangannya sesuai dengan namanya, Minarti Timur. Lokasinya di Jalan Raya Lontar. Lapangan tersebut ia dirikan setelah memutuskan untuk gantung raket. Minarti gantung raket pada 2003. Gelar terakhirnya ia peroleh bersama Bambang Supriyanto, yakni juara Indonesia Terbuka 2002.


Sumber: wikipedia.org | bola.com | jawapos.com | facebook.com/sbdbadminton/posts/

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini