Surabaya rupanya kembali menjadi tuan rumah kegiatan internasional. Yakni 17th Asian University Presidents Forum (AUPF) 2018 yang digelar selama tiga hari berturut-turut mulai 6 – 8 November 2018. Bertempat di Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya, kegiatan ini menjadi ajang berkumpulnya pimpinan-pimpinan perguruan tinggi di wilayah Asia.

Melalui rilis yang diterima GNFI, disampaikan oleh rektor UK Petra bahwa forum ini merupakan pertemuan tahunan yang berfungsi sebagai platform bagi jajaran rektor dan pemimpinan pendidikan tinggi Asia untuk bertukar ide dan memperluas wawasan serta jaringan dalam mengantisipasi kemungkinan tantangan masa depan yang salah satunya berkaitan dengan gangguan inovasi.

17th Asian University Presidents Forum (AUPF) 2018 | Sumber dok: Anin/GNFI
17th Asian University Presidents Forum (AUPF) 2018 | Sumber dok: Anin/GNFI

Diketahui bahwa 17th Asian University Presidents Forum (AUPF) 2018 telah digelar sejak tahun 2002. Tahun ini Indonesia, melalui UK Petra Surabaya menjadi tuan rumah, yang kemudian tercatat terdapat 14 negara dan 63 perguruan tinggi sekitar kurang lebih 140 partisipan yang mengikuti kegiatan ini.

Dengan tema Disruption of The Cross Roads: Innovative Enggagement and Future Challenges for Higher Education, harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan internasionalisasi khususnya dalam konteks pendidikan tinggi dan dapat menjadi wadah untuk bertukar wawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, khususnya mampu meningkatkan relasi bilateral antar pendidikan tinggi di wilayah Asia.

17th Asian University Presidents Forum (AUPF) 2018 | Sumber dok: Anin/GNFI
17th Asian University Presidents Forum (AUPF) 2018 | Sumber dok: Anin/GNFI

Tak hanya itu, forum ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. Ainun Na’im , Ph.D, M.B.A dan Rektor Universitas Kristen Petra Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. Beberapa pembicara hebat pun turut dihadirkan seperti halnya ProF. Dr. Jekuk Chang selaku Presiden dari Dongseo University Korea Selatan, Brig. Jen. Datuk Prof. Emeritus Dr Kamarudin bin Hussin selaku Board of Directors Chairman Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia, dan Prof. Dr. hab. C. Eng. Janusz Szpytko AGH University of Science and Technology, Poland.

Menariknya, rangkaian kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya. Walikota Surabaya, Dr. (H.C) Ir. Tri Rismaharini, M.T bahkan menjamu para tamu kehormatan dengan agenda city tour, yakni berkeliling kota Surabaya dengan mengunjungi beberapa spot menarik seperti halnya House of Sampoerna, Taman Harmoni, dan beberapa daerah lain. Selain itu welcome dinner pun turut digelar untuk menyapa kehadiran tamu yang ada.

17th Asian University Presidents Forum (AUPF) 2018 | Sumber dok: Anin/GNFI
17th Asian University Presidents Forum (AUPF) 2018 | Sumber dok: Anin/GNFI

Lebih dari itu, melalui AUPF disebut akan terdapat banyak manfaat yang diperoleh bagi masing-masing institusi, salah satunya mampu membangun kerja sama yang baik sesuai dengan misi AUPF yakni Increase Communication, Exchange Information, Share Experience, and Seek Common Development.

Kerja sama tersebut kemudian ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang akan dilaksanakan Kamis (08/11) sebagai hari terakhir AUPF. Nantinya bentuk kerja sama yang dilakukan diketahui cukup beragam yakni mengadakan konferensi bersama, pertukaran pelajar, penelitian bersama, summer program, dsb.

Wah bangga sekali dengan pertemuan tersebut, apalagi dengan demikian banyak orang-orang luar yang semakin kenal dan dekat dengan salah satu kota terbesar di Indonesia yakni Surabaya.

Maju terus pendidikan di Indonesia!

Bangga Indonesia!


Sumber: Ulasan Kegiatan 17th Asian University Presidents Forum (AUPF) 2018 & Press Release 17th Asian University Presidents Forum (AUPF) 2018

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu