Ke Ambon? Kunjungi Tiga Tempat Ini, dan Bersiap Terkesima

Ke Ambon? Kunjungi Tiga Tempat Ini, dan Bersiap Terkesima
info gambar utama

Oleh: Ahmad Cholis Hamzah*

Kota Ambon, ibukota Propinsi Maluku adalah kota yang menarik dari berbagai hal seperti sejarahnya, kota yang pernah didatangi penjajah Portugis dan Belanda, budayanya dan orang-orangnya yang berkarakter bicara apa adanya tapi ramah dan pandai menyanyi. Menarik memang. Selain itu kota Ambon ini dibangun di daerah pegunungan yang menghadap teluk dan laut biru yang cantik sangat menarik untuk di lihat. Dari banyak tempat yang menarik dan perlu dikunjungi seperti pantai dengan pasir putihnya, tempat kulinernya dsb ada tiga tempat yang sayang kalau tidak dikunjungi.

ANZAC war cemetery | Dok. Pribadi Adolf Izaak
ANZAC war cemetery | Dok. Pribadi Adolf Izaak

Pertama ANZAC War Cemetery, atau makam dimana para perajurit dari Australia, Amerika dan Selandia Baru yang meninggal dunia selama Perang Dunia II melawan Jepang di makamkan. Setiap tahun perwakilan dari ketiga negara itu melakukan upacara penghormatan bagi para pahlawan mereka yang gugur di medan perang di makam itu.

ANZAC sendiri awalnya adalah gabungan tentara Australia dan Selandia Baru serta negara-negara bekas jajahan Inggris yang dibentuk Sekutu untuk melawan pasukan Turki dalam Perang Dunia I; dalam perkembangannya pasukan gabungan ini diberi tugas bertempur melawan tentara Jepang pada Perang Dunia II. Makam ini di tata dengan indah, teratur dan rimbun dengan pepohonan yang besarsehingga banyak wisatawan menyebutnya sebagai tempat objek wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi; terutama bagi wisatawan yang menyenangi sejarah masa lalu. Memang pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Australia mengelola tempat ini dengan baik sehingga tampak indah.

Perpustakaan Rumphius | hidupkatolik.com
info gambar

Kedua, Perpustakaan Rumphius – yang jarang diketahui masyarakat, tapi bagi wisatawan yang gemar membaca buku tentang sejarah dan pengetahuan tentang Indonesia Timur, perpustakaan ini sangat menarik untuk dikunjungi. Perpusatakaan yang ukurannya tidak terlalu besar ini terletak di halaman Katedral Ambon “Saint Franciscus Xaverius Parish”. Nama Rumphius diambil dari nama seorang naturalis Jerman Georg Everardus Rumphius yang lahir di Wolfersheim Jerman tahun 1627 dan meninggal dunia di Ambon tahun 1702. Bagi pencinta buku-buku tua perpustakaan ini adalah tempatnya karena memiliki koleksi buku-buku tua khususnya tentang sejarah Maluku dan pulau-pulau disekitarnya.

Buku-buku yang paling tua antara lain tujuh buku yang dikarang Francois Velentijn, dua diantaranya adalah “Bescheryving van Amboina (1724)” dan “Omstanding Verhaal van Geschiednisses” serta “ D’Amboinsche Rariteitkamer” yang ditulis Georg Everhard Rumphius dan “Herbarium Amboinense (1741)”. Sangat menarik juga bahwa perpustakaan Rumphius ini memiliki koleksi majalah “National Geographic” dari tahun 1914 sampai tahun 2000 an ini, dan cetakan ulang buku yang terkenal yaitu “Hikayat Tanah Hiu” (Chronicles of Hiu Land) oleh Imam Rijali. Melihat lengkapnya koleksi buku-buku tua tak heran banyak turis mancanegara yang menyempatkan mengunjungi perpustakaan ini seperti dari Belanda, Amerika Serikat, Jerman, Australia dan Italia.

Kerajian Mutiara Batu Merah | BPPP Ambon
info gambar

Ketiga, pusat kerajinan mutiara yang ada di kawasan Batu Merah. Wisatawan sayang kalau tidak mampir ke tempat ini karena menjual berbagai macam kerajinan kerang dan perhiasan mutiara seperti anting, cincin, kalung, gelang baik kerang putih maupun hitam. Pelancong domestik maupun mancanegara banyak yang berbelanja di tempat ini karena disamping harganya murah juga bagusnya kualitas mutiara yang di ambil dari laut di kepulauan Maluku seperti Aru, Dobo dan Tual. Kabarnya mutiara yang melekat di mahkota ratu Belanda jaman kolonial dulu juga berasal dari Ambon. Secara umum para pencinta mutiara kalau berbelanja di tempat ini mencari mutiara dari keutuhan bulatnya mutiara, warna dan ukurannya serta ada cacat atau tidak.

Ambon adalah salah satu penggalan dari mozaik nusantara yang kaya raya ini, sangat sayang kalau kita sebagai anak bangsa tidak mengetahuinya.

______

*Alumni Universitas Airlangga Surabaya

Dan University of London.

Staf Khusus Rektor Unair bidang

Internasional.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini