Aplikasi Buatannya Membawanya Raih Penghargaan di Korea Selatan

Aplikasi Buatannya Membawanya Raih Penghargaan di Korea Selatan

Ilustrasi pulpen listrik © Sumber: Netz.id

Pembuat aplikasi Listriku, Imam Pesuwaryantoro, menerima "Penghargaan Inovasi Unggulan Terbaik" dan medali emas di Bixpo Award 2018 yang diadakan di Korea Selatan.

"International Invention Fair diadakan oleh Korea Electric Power Corporation dari 29 Oktober hingga 3 November di Korea Selatan," kata Imam, yang merupakan penduduk Bekasi, Jawa Barat, sebagaimana dikutip dari Tempo.co.

Imam Pesuwaryantoro (kiri) bersama rekannya Fardhan Adharizal mengembangkan aplikasi Listriku yang sukses menyabet penghargaan internasional Best Leading Inovation Award' dan medali emas Bixpo Award 2018 di Korea Selatan | Sumber: Istimewa
Imam Pesuwaryantoro (kiri) bersama rekannya Fardhan Adharizal mengembangkan aplikasi Listriku yang sukses menyabet penghargaan internasional Best Leading Inovation Award' dan medali emas Bixpo Award 2018 di Korea Selatan | Sumber: Istimewa

Kompetisi ini dihadiri oleh peserta dari 100 negara, termasuk Peru, Hong Kong, Maroko, dan Iran.

Imam mengembangkan aplikasi Listriku, bersama dengan seorang rekan, Fardhan Adharizal, dengan tujuan mengurangi penggunaan listrik di rumah.

"Pada saat itu, tagihan listrik saya telah mencapai Rp 4 juta per bulan, tetapi saya tidak tahu bagaimana cara menghitungnya," katanya.

Imam, lulusan Universitas Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah, mengatakan ia termotivasi untuk mengembangkan Listriku karena kurangnya alat pelacak penggunaan listrik yang dapat diakses dari penyedia layanan di Indonesia.

Aplikasi ini memiliki halaman yang antara lain mencakup penghitungan limbah untuk menilai potensi penghematan penggunaan listrik di rumah, rekomendasi penghematan, rekomendasi untuk mengganti peralatan dan komponen listrik.

Terdapat juga fitur kontrol yang mengawasi rumah dengan sistem yang terhubung ke internet, di mana ia menangkap interval waktu untuk penggunaan barang-barang elektronik dan menghitung biayanya dalam rupiah.

Imam mengatakan aplikasi tersebut bekerja melalui pengguna memasukkan data yang terkait dengan nama produk listrik yang digunakan dan data akan disimpan dalam variabel PHP.

"Jenis produk, misalnya, bisa berupa lampu fluorescent, lampu LED, lampu pijar atau pompa. Memasukkan jenis produk secara lebih detail akan memberikan referensi untuk rekomendasi lebih lanjut," katanya.

Aplikasi Listriku menyediakan empat "dashboard page" yang meliputi Hitung Pemborosan guna menghitung potensi penghematan penggunaan listrik di rumah, rekomendasi penghematan, rekomendasi ganti alat, dan komponen kelistrikan.

Selanjutnya adalah "Plan and Buy" yang berguna untuk melakukan perencanaan sebelum membeli alat .

Berikutnya adalah alat pengendali (Home Control) untuk mengontrol rumah dengan sistem yang terkoneksi internet di mana sistem akan menangkap interval waktu penggunaan alat untuk dikonversi ke rupiah.

Terakhir adalah layanan Monitoring yang berguna untuk memantau penggunaan daya rumah serta mendeteksi beban lebih berikut sambungan yang tidak sempurna.

Aplikasi Listriku | Sumber: Kitabisa.com
Aplikasi Listriku | Sumber: Kitabisa.com

Halaman "Info Berbayar" juga menyajikan perbandingan antara biaya normal dan penghematan yang mungkin sesuai dengan produk yang disarankan.

Yang paling penting dalam aplikasi Listriku, kata Imam, adalah layanan peringatan kepada pengguna jika ada anomali listrik, seperti hubungan pendek atau kelebihan beban. "Sistem ini berguna untuk memberikan peringatan dini kepada publik jika ada potensi kebakaran atau kerusakan pada instalasi listrik karena situasi yang tidak normal," katanya.

Listriku juga mengimplementasikan sistem notifikasi otomatis bagi pengguna untuk mengambil sejumlah langkah untuk menghemat listrik. "Akan ada notifikasi seperti ini, 'Hai Fardhan, dengan mematikan lampu sebelum tidur malam ini, Anda telah menghemat 125 watt'," katanya.

Dengan aplikasi tersebut, Imam berharap terjadinya lonjakan tagihan listrik yang mengejutkannya dan pengguna listrik lainnya tidak akan lagi terjadi karena semuanya dapat dikendalikan.


Sumber: Jakarta Post | Tempo.co

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang67%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Komite Kelas adalah Jembatan Sinergi Orang Tua Siswa dan SDN 2 Wanasari Indramayu Sebelummnya

Komite Kelas adalah Jembatan Sinergi Orang Tua Siswa dan SDN 2 Wanasari Indramayu

Osvaldo Haay di Ambang Rekor Top Skor SEA Games 2019 Selanjutnya

Osvaldo Haay di Ambang Rekor Top Skor SEA Games 2019

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

I work here because I value positivity. In the midst of social media era I wish that everyone builds harmony through positivity, so I start from myself.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.