Ini Dia Rodacilik, Karya Anak Bangsa yang Raih Penghargaan di Jepang!

Ini Dia Rodacilik, Karya Anak Bangsa yang Raih Penghargaan di Jepang!

Spedagi Rodacilik © Deskgram

Aneka inovasi juga pembaruan tak henti menghiasi jagat industri kreatif Indonesia. Buktinya, ragam kreasi muncul untuk memberikan yang terbaik bagi negeri ini. Seperti halnya penampakan sepeda unik bernama Rodacilik yang berhasil memukau banyak kalangan.

Rodacilik buatan Spedagi merupakan karya anak bangsa yang berhasil memenangkan penghargaan G-Mark Best 100 pada Good Design Award di Jepang. Rodacilik buat Spedagi yang kemudian dikenal sebagai Spedagi Rodacilik tersebut merupakan sepeda bambu karya Singgih Kartono, lelaki asal Desa Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah.

View this post on Instagram

Hello Spedagi ? #spedagi #spedagibamboobike #spedagimovement @spedagimovement @spedagi_jakarta @spedagijapan @magnodesign.id photo credit @laviniaelysia

A post shared by Spedagi (@spedagibamboobike) on

Seperti yang dituturkan Japan Times melalui Beritagar.id, bahwa sepeda bambu karya anak bangsa ini merupakan desain inovatif berteknologi rendah yang tentunya layak menerima penghargaan sebagai Best 100 sebab desainnya tidak hanya berguna di bidang industri, melainkan juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas khususnya dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, Spedagi Rodacilik memanfaatkan konsep eco product dan green design yang menerapkan prinsip keberlanjutan (sustainability) dengan memperhatikan faktor lingkungan, sekaligus mengedepankan unsur-unsur reducing, reusing, dan recycling. Unik bukan?

Singgih pun mengaku untuk memproduksi karya-karyanya, ia menggunakan seluruh materi yang berasal dari tanaman yang tumbuh di kampung halamannya. Ide ini tentu saja menjadikan produk yang ia buat memiliki nilai tambah.

Tak hanya itu, ia turut menyebut bahwa inti dari konsep yang ia gagas ialah ingin melihat desa sebagai sebuah inspirasi masa depan Indonesia. Sebab baginya desa-desa di Indonesia sejatinya memiliki potensi alam yang sangat besar yang tentu dapat menjadi modal dari suatu desain yang apik dan mumpuni.

View this post on Instagram

Point of No Return, go ahead Spedagi! #lapanganbanteng #spedagibamboobike #spedagimovement #bambooride170818

A post shared by Spedagi (@spedagibamboobike) on

Lebih dari itu, dalam produksinya ia juga memberdayakan masyarakat desa untuk ikut andil dalam proses pembuatan sepeda yang diakui ramah lingkungan tersebut. Ia menambahkan jika revitalisasi desa pada akhirnya menjadi hal yang diperlukan agar semua lini dapat ikut maju. Contoh saja produk sepeda tentunya bisa menciptakan perubahan sosial, yang pada akhirnya dapat berkontribusi banyak. Tidak hanya untuk negeri, bahkan bisa secara global.

Diketahui lebih lanjut bahwa dalam penghargaan Good Design Award di Jepang terdapat tujuh produk buatan Indonesia yang berhasil membawa baik nama bangsa yakni Spedagi Rodacilik, Daihatsu Terios karya Mark Widjaja; Kursi Lukis Armchair karya Abie Abdillah; Kain Bamboo Batik Stole karya Lusiana Limono; Arang Gambar (Charcoal) karya Jindee Chua, Suriawati Qiu, dan Merlins; Lubang Angin ‘Dashdot’ karya Zenin Adrian; dan Cold Drip Coffee Maker karya Ronald Malone.

Wah jadi semakin bangga dengan produk-produk dalam negeri ya. Yuk cintai dan gunakan produk lokal!


Sumber: Beritagar.id

Pilih BanggaBangga55%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang9%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi27%
Pilih TerpukauTerpukau9%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kini, Film 'Guru Bangsa Tjokroaminoto' Sudah Dapat Dinikmati Masyarakat Dunia Sebelummnya

Kini, Film 'Guru Bangsa Tjokroaminoto' Sudah Dapat Dinikmati Masyarakat Dunia

Perairan di Indonesia dengan Kemunculan Lumba-Lumba (Bagian I) Selanjutnya

Perairan di Indonesia dengan Kemunculan Lumba-Lumba (Bagian I)

Aninditya Ardhana Riswari
@anindityaar_1997

Aninditya Ardhana Riswari

anindityaardhana.wordpress.com

Perempuan dua puluh satu tahun. Bahagia saya sederhana, nonton film dan karaokean seorang diri cukup membuat saya sumringah. Menulis, membaca, dan menyanyi adalah tiga aktivitas yang saya lalui untuk mengisi waktu luang. Pecinta greentea dan penggemar berat band kawakan Indonesia, Kahitna.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.