Pengembang game asal Bandung, Agate Studio melahirkan sejarah baru dengan merilis game Valthirian Arc: Hero School Story. Peluncuran game ini sesungguhnya bukan sekadar peluncuran game biasa untuk Agate.

Seri Valthirian Arc ini berawal dari proyek kecil antara Agate dan Lucidrine, yang kemudian bergabung secara utuh dengan Agate, di masa awal pembentukan Agate sebagai sebuah perusahaan game.

Melalui game Valthirian Arc ini, Agate mencapai batu loncatan pertumbuhan lainnya. Selain menjadi judul pertama yang rilis untuk game konsol, Valthirian Arc juga didapuk sebagai game konsol pertama ciptaan anak bangsa yang didistribusikan dalam cetakan disk fisik untuk PlayStation 4.

Untuk mencapai titik tersebut, Agate bekerja sama dengan perusahaan publikasi game berbasis Inggris, PQube. Melalui PQube, seri teranyar Valthirian Arc pun didistribusikan secara global.

Saat seri pertamanya dirilis, Valthirian Arc sangat berbeda dengan seri Valthirian Arc: Hero School Story yang beberapa waktu lalu dirilis secara global.

Agate mengatakan bahwa pada masa itu, Valthirian Arc dikembangkan dalam bentuk game flash yang dapat dimainkan dengan gratis di Kongregate. Kemudian melalui seri pertamanya tersebut, Valthirian Arc perlahan mengumpulkan basis penggemarnya.

Dari popularitas tersebut, Agate memutuskan untuk menciptakan sekuelnya, yaitu Valthirian Arc 2. Kini, Agate kembali lagi dengan salah satu judul ikoniknya, Valthirian Arc, tetapi dengan lompatan pengembangan yang cukup jauh, baik dari segi teknologi, ilustrasi, dan mekanisme gamenya.

Beberapa kru yang terlibat dalam pengembangan game Valthirian Arc: Hero School Story, mengisahkan lika-liku pengembangannya, dari masa pembuatan konsep dan perencanaan awal, hingga banyaknya revisi di titik-titik akhir pengembangan agar dapat memenuhi standar dan ketentuan Nintendo dan PlayStation.

Akhirnya, perjuangan tersebut memberikan hasil. Respons yang memuaskan datang bertubi-tubi dari para pemain yang telah lama mengikuti seri Valthirian Arc dan mereka yang baru memainkannya. Tidak hanya itu, Valthirian Arc: Hero School Story juga menduduki posisi kedua terpopuler untuk kategori New Game Release di Steam regional Inggris.

Hal ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Agate dan seluruh tim pengembang yang terlibat. Agate berharap bahwa perjalanan dan keberhasilannya bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan game lokal lainnya.

Agate menjelaskan bahwa perjuangannya itu dimulai dari sebuah mimpi yang tertuang melalui sebuah inisiatif, #PemudaMeraihMimpi. Tak hanya itu, Agate juga berharap agar inisiatif ini tak hanya mengobarkan kembali api kreativitas anak muda, tetapi juga dapat menjadi langkah awal untuk membantu perkembangan industri game di Indonesia.

Sumber: Viva

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu