Kabar menggembirakan datang dari dunia penerbangan Indonesia. Maskapai yang telah cukup lama vakum, Merpati Nusantara Airlines, telah menyatakan siap mengudara kembali pada 2019. Direktur Utama Merpati Airlines, Asep Ekanugraha, mengatakan pihaknya telah memiliki rencana bisnis yang telah diajukan ke pengadilan dan untuk disampaikan ke kurator.

Jika disetujui, maskapai Merpati siap mengudara kembali pada 2019. Dalam rencana bisnisnya, Asep menegaskan dirinya tak akan masuk di pasar yang saat ini sudah banyak maskapai menjalankannya. "Dalam mengoperasikan MNA tahun depan tidak akan bermain di segmen maskapai penerbangan bertarif rendah (LCC/low cast carrier)," kata Asep di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Merpati Nusantara Airlines akan  menyasar penerbangan di wilayah Indonesia timur,  juga akan melakukan penerbangan ke wilayah Indonesia barat yang dinilai sangat potensial juga memungkinkan ke luar negeri.  Dalam pengoperasiannya pun, Asep mengaku tak akan menggunakan pesawat Boeing dan Airbus yang saat ini sudah banyak digunakan maskapai di dunia.

"Perusahaan nantinya dalam mengoperasikan penerbangan tidak menggunakan pesawat Boeing atau Airbus tapi akan menggunakan pesawat produksi Rusia. Tapi pesawat yang kita gunakan adalah buatan Rusia dan bukan yang pernah kecelakaan di Gunung Salak," tutur Asep.

Kira-kira pesawat Rusia jenis apakah yang akan dipakai? Inilah yang menjadi perbincangan di berbagai forum online beberapa hari ini. Rusia adalah salah satu negara yang mempunyai kemampuan memproduksi pesawat-pesawat udara yang canggih dan mempunyai sejarah panjang. Meski begitu, Rusia lebih dikenal sebagai produsen pesawat tempur seperti seri MIG dan Sukhoi. Padahal, sebenarnya negara ini sudah sejak lama memproduksi pesawat-pesawat komersial untuk penumpang dan kargo, seperti Ilyushin, Antonov, Irkut, dan lainnya.

Kembali lagi, armada pesawat apa yang akan dipakai Merpati Airlines?

Hingga saat ini belum ada kabar pasti mengenai hal tersebut, namun sudah bisa dipastikan bukan Sukhoi Superjet 100, seperti yang disampaikan Dirut Merpati. Situs CNBC Indonesia menulis pada bulan Oktober 2018 bahwa Merpati akan menggunakan pesawat terbaru Rusia, yakni Irkut MC-21.  Inilah pesawat kelas medium yang dirancang untuk bisa bersaing dengan jenis Airbus 320 ataupun Boeing 737. 

Irkut MC21-200 | Aviation International News
Irkut MC21-200 | Aviation International News
Irkut MC-21 300 | Business Insider
Irkut MC-21 300 | Business Insider

MC-21 sendiri didesain untuk penerbangan jarak menengah dan dilengkapi dengan teknologi dan desain terkini. Adapun terdapat dua seri dari pesawat ini yaitu MC-21-200 berkapasitas 132-165 kursi penumpang dan MC-21-300 dengan 163-211 kursi penumpang. 

Irkut menyatakan MC-21 bisa lebih hemat 15% dari pesawat generasi saat ini. Adapun MC-21 yang mampu terbang 6.000 km ini akan bersaing langsung dengan Boeing 737 dan Airbus A320.

Saat ini, Irkut MC-21 sudah mendapat 175 pesanan yang berasal dari Aeroflot, Red Wings Airlines, ACS, Avia Traffic Company, Ilyushin Finance Co., Kyrgyztan Air Company, UTair, VEB Leasing, dan Sberbank Leasing.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu