SIPANCA: Aplikasi Unik untuk Mengamalkan Pancasila

SIPANCA: Aplikasi Unik untuk Mengamalkan Pancasila

Siswa SDN Wonolelo belajar menggunakan aplikasi SIPANCA © Dok. GNFI

Pancasila, seringkali hanya diucapkan di kehidupan sehari-hari. Pancasila, kerap kali hanya berupa mata pelajaran tanpa bentuk nyata untuk diamalkan. Berawal dari fenomena itu, seorang guru Sekolah Dasar (SD) menciptakan sebuah aplikasi untuk membantu muridnya mengamalkan Pancasila.

SIPANCA nama aplikasinya, dan Yunina Resmi Prananta nama pembuatnya. Guru SD Negeri Wonolelo di Kabupaten Wonosobo ini berinisiatif membuat inovasi dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila, karena didasari minimnya minat siswa di mata pelajaran PPKn yang cenderung membosankan dan materi yang penuh hapalan.

Fenomena ini menjadi kemunduran di dunia pendidikan, karena di tahun-tahun sebelumnya banyak anak didik yang hapal dengan Pancasila serta butir-butir di dalamnya, tetapi saat ini ketika teknologi berkembang pesat justru semakin sedikit siswa yang hapal Pancasila.

Jangankan hapal Pancasila, beberapa siswa bahkan ada yang berperilaku kurang sopan pada gurunya, yang menandakan ia belum sepenuhnya memahami Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Yunina kemudian berpikir, bagaimana caranya agar pelajaran PPKn terutama di aspek Pancasila menjadi menarik dan pesannya tersampaikan. Akhirnya, tercetuslah ide membuat media pembelajaran yang berbeda, yang langsung mempraktekkan nilai-nilai Pancasila dan sama sekali tidak menggunakan buku teks.

Duta Pancasila SDN Wonolelo | Dok. GNFI
Duta Pancasila SDN Wonolelo | Dok. GNFI

Lahirnya SIPANCA dan Duta Pancasila

Menurut keterangan Yunina dalam makalahnya, aplikasi SIPANCA dibuat melalui aplikasi MIT App Inventor, sebuah web sumber terbuka yang awalnya dikembangkan oleh Google, dan saat ini dikelola oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT). Selama dua minggu ia dan rekannya, Jalu, mengembangkan aplikasi ini.

Dalam penerapannya, Yunina membagikan aplikasi SIPANCA melalui aplikasi Share It ke murid-muridnya, beserta satu lembar kertas berisi 50 sikap pengamalan nilai-nilai Pancasila. Setelah diunduh, Yunina kemudian mengajari para anak didiknya cara memakai aplikasi SIPANCA, yang boleh digunakan kapanpun selama jam sekolah.

Di halaman muka, siswa menekan opsi Pilih Tugas untuk memilih tugas apa yang sesuai dengan pengamalan Pancasila. Tidak ada ketentuan tertentu, setiap siswa bebas menentukan tugasnya sendiri. Sembari atau setelah melakukan tugas, siswa harus mengambil foto sebagai bukti ia telah melaksanakan tugas. Foto tersebut kemudian dikirimkan ke guru untuk dilakukan validasi.

Selesai memakai SIPANCA, tahap selanjutnya adalah menggunakan media Perisai Pancasila yang berbasis mikrokontroler. Pada waktu pulang sekolah siswa memasukkan data sesuai perilaku Pancasila yang telah diamalkan di sekolah, dan dari situ akan terlihat pengamalannya masuk ke sila berapa.

Perisai Pancasila | Dok. GNFI
Perisai Pancasila | Dok. GNFI

Kemudian hasil nilai yang diperoleh bisa langsung diketahui karena terpampang di layar LCD, beserta ucapan selamat dan rekapan nilai di laptop dalam format Microsoft Excel. Nilai tersebut nantinya dicetak untuk 40 siswa sebagai bukti telah mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan sadar konstitusi nasional.

Hasil akhir dari pemakaian aplikasi SIPANCA adalah terpilihnya Duta Pancasila. Siswa yang terpilih adalah 5 besar dari 40 siswa, yang ditugaskan menyampaikan kampanye demi kemajuan sekolah. Layaknya kampanye Pemilu atau Pilkada, salah satu dari kelima siswa tersebut dipilih sebagai Duta Pancasila berdasarkan pemungutan suara oleh seluruh siswa SDN Wonolelo.

Yunina mengatakan, adanya aplikasi SIPANCA juga sangat membantu pihak sekolah dalam penanaman butir-butir Pancasila. "Rencana mau saya bawa ke Jakarta untuk presentasi 15 besar PNS Inspiratif 2018," imbuhnya.

Sebuah inovasi yang sangat menarik ya, Kawan GNFI! Teknologi baru ini membuat mata pelajaran Pancasila tidak lagi bernuansa membosankan, dan bisa membuat siswa semakin terpacu mengamalkan Pancasila sebagai konstitusi negara.

Semoga bisa terus dikembangkan dan diikuti sekolah-sekolah lainnya, ya…


Sumber: Dokumentasi GNFI

Pilih BanggaBangga81%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau13%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

'Grisse', Serial Pejuang di Masa Penjajahan Belanda Tayang di HBO Sebelummnya

'Grisse', Serial Pejuang di Masa Penjajahan Belanda Tayang di HBO

Ternyata Orang Perancis Suka Makanan Indonesia Selanjutnya

Ternyata Orang Perancis Suka Makanan Indonesia

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.