Dari Panjat Tebing Mereka Kini Memanjat Puncak Dunia

Dari Panjat Tebing Mereka Kini Memanjat Puncak Dunia

Ilustrasi panjat tebing © Mars Williams

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Lima atlet panjat tebing Indonesia mendapat undangan khusus untuk mengikuti kompetisi internal panjat tebing di Cina. Bertajuk International Climbing Series: China Open, ajang ini mempertemukan atlet-atlet panjat tebing kelas dunia.

Undangan kompetisi ini hanya diperuntukkan bagi atlet-atlet dengan prestasi mentereng. Indonesia contohnya, dari lima atlet yang diberangkatkan ke Negeri Tirai Bambu, tiga diantaranya adalah penghuni peringkat 10 besar dunia.

Mereka adalah Aries Susanti Rahayu (peringkat 4), Agustina Sari (peringkat 10), dan Aspar Jaelolo (peringkat 8). Ketiganya akan bersaing dengan atlet panjat tebing kelas dunia lainnya terutama di peringkat 10 besar, yang seluruhnya dibiayai penuh oleh Chinese Mountaineering Association (CMA).

Ini merupakan gelaran pertama China Open. Dilaksanakan pada 16-18 November 2018, kompetisi ini menganut sistem yang berbeda. Peringkat 10 besar dunia akan bertanding di lingkupnya sendiri, sedangkan yang lainnya akan bertanding di kompetisi umum.

“Pertandingannya agak berbeda. Jadi ada kompetisi bagi yang peringkat 10 besar, ada kompetisi yang umum. Yang atlet undangan ini ikut kompetisi peringkat,” terang Ketua II FPTI, Pristiawan Buntoro, dikutip dari Kompas.

Semua nomor dipertandingkan di kompetisi ini. Mulai dari speed, lead, dan boulder. Pemenangnya bakal mengantongi hadiah cukup besar, 7.700 euro (sekitar Rp 127,7 juta) untuk juara pertama, 5,700 euro (sekitar Rp 94,5 juta), dan 4.500 euro (Rp 74,6 juta) bagi juara ketiga.

Lima atlet yang mewakili Indonesia ini sebelumnya pernah bertanding juga di China Open Series pada September-Oktober 2018, dan sukses meraih medali. Meskipun begitu, di ajang kali ini Pristiawan enggan mematok target tinggi. Ia tidak memberikan target apapun pada para atlet, dan hanya berharap bisa memberikan yang terbaik.

Ayo Indonesia, pasti bisa!


Sumber: Kompas

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Santri Asal Pamekasan Raih Juara Tahfidz Se-Asia Tenggara Sebelummnya

Santri Asal Pamekasan Raih Juara Tahfidz Se-Asia Tenggara

Sejarah Hari Ini (25 Mei 1963) - Pendirian Perusahaan Negara Kereta Api Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (25 Mei 1963) - Pendirian Perusahaan Negara Kereta Api

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.