Hormati gurumu sayangi teman. Itulah tandanya kau murid budiman

Sepenggal lirik lagu Pergi Belajar itu menunjukkan kewajiban murid sekolah untuk menghormati guru dan menyayangi teman-temannya. Nyatanya, petikan melodi itu bukan hanya terucap manis di bibir saja, tapi juga terwujud di kehidupan nyata.

Sebuah riset dari Institut Penelitian Sosial dan Ekonomi Inggris untuk organisasi bernama Varkey Foundation, menunjukkan Indonesia salah satu negara yang paling menghormati guru. Dari 35 sampel negara, negara kita tercinta menempati peringkat 5, mengalahkan negara-negara maju.

Cara melakukan survey adalah dengan mengambil sampel seribu orang di tiap negara, dan responden diberi pertanyaan mengenai seberapa terhormat profesi guru dalam pandangan mereka. Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah responden akan mendukung anak-anaknya untuk menjadi guru.

Dari hasil survey, didapat temuan yang sangat membanggakan untuk Indonesia. Negara kepulauan di Asia Tenggara ini bertengger di peringkat 5 dengan prosentase 62,1% dalam hal penghormatan untuk guru, mengalahkan Inggris (46,6%), Amerika Serikat (39,7%), Jepang (37,4%), bahkan Jerman (33,4%).

Indonesia hanya kalah dari Cina (100%), Malaysia (93,3%), Taiwan (70,2%), dan Rusia (65%). Itu berarti, tingkat penghormatan untuk guru di Indonesia jauh melebihi negara-negara Eropa.

Poin membanggakan lainnya dari penelitian ini adalah guru di Indonesia menjadi profesi yang sangat dihormati, walau pendapatannya bukan tergolong yang tertinggi di dunia.

Swiss merupakan negara dengan gaji guru tertinggi dalam setahun yakni sekitar Rp 1,1 miliar, tapi tingkat penghormatannya hanya berada di peringkat menengah. Kemudian di bawahnya disusul Jerman dan Spanyol, tapi tingkat penghormatannya juga sama sekali tidak mendekati Indonesia.

Berdasarkan penelitian tersebut gaji guru di Indonesia sekitar Rp 200 juta setahun. Menariknya, jumlah tersebut hampir sama dengan pendapatan guru di Brasil, tapi di sana profesi guru hanya mendapat penghormatan 1% dan menempati posisi buncit dalam penelitian Varkey Foundation.


Sumber: Liputan6, abc.net.au

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu