Menuju 2019, Menuju Pelabuhan Non-Tunai

Menuju 2019, Menuju Pelabuhan Non-Tunai

Ilustrasi foto pelabuhan © @ronan18

Di tahun 2019, digitalisasi juga akan melingkupi beberapa pelabuhan di Indonesia. Sistem keuangan cashless (non-tunai) akan diterapkan di beberapa pelabuhan Indonesia bagian barat.

Pelabuhan-pelabuhan yang akan dilengkapi fasilitas penunjang digitalisasi adalah Pelabuhan Belawan, perkuatan dermaga peti kemas di Pelabuhan Perawang, Pekanbaru, perpanjangan dermaga di Pelabuhan Dumai, pembangunan dermaga di Pelabuhan Sei Kolak Kijang, Tanjung Pinang, dan penataan Pelabuhan Malahayati.

Pengadaan pelabuhan non-tunai ini merupakan bagian dari rangkaian dana Rp 1,3 triliun yang didapat PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I, dari pinjaman sindikasi perbankan. Proyek ini ditargetkan bakal selesai pada kuartal pertama 2019.

“Selain investasi sarana fisik, penguatan digitalisasi serta sistem cashless menjadi prioritas Pelindo I. Yang ditandatangani sekarang ini adalah proyek yang akan selesai akhir 2018 dan awal 2019. Proyek ini setelah dilunasi bisa saya terima di Pelindo I. Bisa dioperasikan dan menambah pendapatan bagi Pelindo,” ungkap Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana, pada Liputan6.com.

Sementara itu bank-bank yang tergabung dalam sindikasi pinjaman ini diantaranya adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Nasional Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri. Kuswiyoto selaku Direktur Corporate Banking BRI pun mendukung penuh pembiayaan pembangunan infrastruktur pelabuhan.

“Kami perbankan sangat happy untuk mendorong pembiayaan infrastruktur, karena selain proyek ini low risk (risikonya rendah) walau long distance (jarak jauh), tapi setidaknya kita bisa tidur.”

“Kami melihat dampaknya ke ekonomi sangat bagus, dampak ke sektor riil dan perbankan bagus. InsyaAllah proyek oleh Pelindo I bisa bermanfaat bagi stakeholder terkait,”, terangnya.

Jangka waktu perjanjian fasilitas kredit sindikasi ini adalah 7 tahun. Selama rentang waktu tersebut, pembangunan infrastruktur pelabuhan diharapkan dapat membuat biaya logistik nasional semakin efisien.


Sumber: Liputan6

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Sayonara, Tarif Ojek Rp 1 Juta di Luwu Utara! Sebelummnya

Sayonara, Tarif Ojek Rp 1 Juta di Luwu Utara!

Pebulu Tangkis Difabel Ini Bawa Pulang 3 Medali di Ajang World Deaf Championship 2019 Selanjutnya

Pebulu Tangkis Difabel Ini Bawa Pulang 3 Medali di Ajang World Deaf Championship 2019

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.