Sayonara, Tarif Ojek Rp 1 Juta di Luwu Utara!

Sayonara, Tarif Ojek Rp 1 Juta di Luwu Utara!

Pintu masuk Kecamatan Seko © Debbie Sutrisno

Terbayangkah kalian jika harus membayar Rp 1 juta untuk menempuh perjalanan darat via ojek? Mencengangkan memang, tapi itu benar-benar ada. Di Kabupaten Luwu Utara, tarif ojek dari Masamba ke Seko berkisar Rp 1 juta sampau 1,7 juta.

Tingginya tarif ojek di Seko akibat tekstur jalan yang ekstrem. Jangankan aspal bolong, terkelupas, atau kerikil, medan yang harus ditempuh adalah jalanan off-road yang sempit dan bergelombang.

Tekstur jalan bisa semakin memburuk apabila cuaca hujan. Dengan jalan yang masih berupa tanah, curah hujan sedikit saja bisa membuat jalan menjadi becek dan semakin sulit dilewati.

Mobil pun perlu ditarik dengan tenaga orang | Foto: Debbi Sutrisno
Mobil pun perlu ditarik dengan tenaga orang | Foto: Debbi Sutrisno

Namun keresahan warga sekitar Luwu Utara menyoal akses jalan yang sulit itu akan segera teratasi. Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Pemprov Sulsel beserta Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, akhir pekan lalu memantau kondisi jalan menuju Kecamatan Seko.

Jalan ekstrem tersebut akan segera direnovasi, dan direncanakan rampung pada tahun 2019. Pembangunan akan dilakukan bertahan dengan membagi tiga alokasi anggaran.

“Tahapan akan dimulai di awal tahun 2019. Progres awal dilakukan dengan metode gravel road atau pengkrikilan dan diharapkan di akhir tahun ruas Seko sudah dapat diakses dengan mudah tanpa adanya kendala cuaca. Total anggaran yang dibutuhkan untuk tahun 2019 sekitar Rp 80 miliar rupiah yang dialokasikan dari sharing tiga anggaran,” terang Rudi Djamaluddin, Ketua TP2D.

Rudi juga menjelaskan, bahwa yang dibangun adalah jalan berkerikil karena belum bisa mengupayakan aspal. Terpenting adalah memudahkan akses masyarakat dulu, dan cara terbaik saat ini adalah membuat jalan berkerikil. Nantinya jalan ini bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Renovasi akses Masamba-Seko tidak hanya menjadi kabar baik bagi para pelintasnya, tapi juga bisa mengembangkan potensi daerah. Sebab dengan akses jalan yang semakin mudah ditempuh, bisa memunculkan moda ekonomi di sekitar jalanan.

Pemandangan Kecamatan Seko | Foto: Istimewa
Pemandangan Kecamatan Seko | Foto: Istimewa

Sumber: TribunLutra, JawaPos, Liputan6, Detik.com

Pilih BanggaBangga48%
Pilih SedihSedih10%
Pilih SenangSenang29%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau14%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Divercity: Mengulik Potensi Kampung Wisata di Bandung Sebelummnya

Divercity: Mengulik Potensi Kampung Wisata di Bandung

Nama Silsilah Keluarga dalam Budaya Jawa: Trah Keturunan Selanjutnya

Nama Silsilah Keluarga dalam Budaya Jawa: Trah Keturunan

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.