Teknologi Pengelolaan Sampah Buatan Gadis Desa Ini Menangkan Kompetensi Internasional

Teknologi Pengelolaan Sampah Buatan Gadis Desa Ini Menangkan Kompetensi Internasional
info gambar utama

Beberapa waktu lalu, Nina Nuraniyah, gadis asal Desa Cisalopa, Bogor, Jawa Barat telah berhasil menggemparkan dunia wirausaha di Indonesia. Pasalnya, inovasi bernama Greenna yang dia ciptakan berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam kategori Social Enterprises (wirausaha sosial) Shell LiveWIRE Top Ten Innovators Awards.

Greenna merupakan sebuah wirausaha sosial asal Desa Cisalopa, Bogor, Jawa Barat, yang tak hanya mengumpulkan sampah daur ulang dari perusahaan, desa dan sekolah. Tetapi juga membangun kapasitas dan kemampuan masyarakat lokal untuk menjadi bagian dari solusi melalui sistem pengelolaan sampah terpadu dengan pengembangan komunitas dan pendidikan.

Perempuan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu pun menuturkan ide awal terciptanya Greenna, di mana dia melihat adanya persoalan sampah di desa tempat tinggalnya.

Pendiri Grennna, Nina Nuraniyah | Okezone
info gambar

Nina melihat warga desa membuang sampah di sungai dan membakar sampah di kebun. Kebiasaan tersebut jika dibiarkan terus menerus dapat menimbulkan penyakit dan mengakibatkan lingkungan menjadi tidak sehat. Selain itu, pembakaran sampah yang berlebihan juga dapat berkontribusi terhadap pemanasan global.

Melihat kondisi tersebut akhirnya dia pun mengajak beberapa warga desa untuk perlahan memperbaiki kebiasaaan mereka.

Dalam kegiatan awalnya melalui Greenna, dia bersama warga desa patungan mengumpulkan uang untuk biaya operasional selama 6 bulan dan terkumpul kurang lebih Rp 6.000.000. Tak hanya berhenti pada kegiatan sosial saja, pelan-pelan Greenna pun merambah ke bisnis dengan mendaur ulang sampah menjadi beberapa barang yang bermanfaat.

Kegiatan Grenna saat mendaur ulang sampah | Okezone
info gambar

Menurut Nina dengan hal yang dia lakukan bersama warga desa, maka akan memberikan dampak yang lebih luas. Selain aktif menjual produk, Greenna juga menjadi narasumber untuk beberapa kegiatan daur ulang sampah.

Karena hal itulah, Nina berhasil meraih kemenangan setelah mengalahkan dua pesaing wirausaha sosial lainnya di babak final, yaitu Mulheres Do Sul Global dari Brazil dan Ai Brique dari Malaysia.

Nina berkata bahwa penghargaan Top Ten Innovators adalah sesuatu pencapaian yang luar biasa bagi Greenna. Prestasi ini bukan hanya prestasi Greenna, tetapi juga prestasi untuk seluruh warga Desa Cisalopa yang selalu mendukung Greenna selama ini.

Top Ten Innovators Awards sendiri merupakan sebuah kompetisi kewirausahaan global yang menyeleksi dan memberikan penghargaan kepada para wirausaha muda dengan inovasi terbaik.

10 finalis Top Ten Innovators 2018 berasal dari Indonesia, Malaysia, Inggris, Nigeria, Perancis dan Brazil yang terpilih dari para alumni program Shell LiveWIRE di 17 negara di dunia.

Sumber: Okezone

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini