Pulau Nias Tuan Rumah Sail Indonesia Ke-10

Pulau Nias Tuan Rumah Sail Indonesia Ke-10

Salah satu pantai di Pulau Nias © Diasparpora Nias Barat

Ajang tahunan wisata bahari, Sail Indonesia, yang rutin diselenggarakan sejak 2009 akan menjejak edisi yang ke-10 tahun depan. Di edisi spesial itu, Pulau Nias ditunjuk sebagai tuan rumah.

Kepastian Pulau Nias sebagai tuan rumah Sail Indonesia 2019 diumumkan oleh Asisten Deputi Budaya, Seni, dan Olahraga Bahari, Kemenko Bidang Kemaritiman, Kosmas Harefa hari ini (22/11).

“Penunjukan Nias sebagai kandidat tuan rumah Sail Indonesia ini pun tentu bukan tanpa alasan. Hal ini dinilai dari sejumlah atraksi-atraksi yang disuguhkan oleh masyarakat Nias,” tuturnya, dikutip dari Kompas.

Keputusan ini sendiri dikeluarkan oleh Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim. Pulau Nias menjadi tuan rumah Sail Indonesia berikutnya, setelah di tahun 2018 digelar di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ditunjuknya Pulau Nias sebagai tuan rumah Sail Indonesia juga diharapkan bisa meningkatkan pamor wisata di wilayah tersebut. Sebab, belakangan ini wisatawan lokal maupun mancanegara mulai banyak berkunjung ke pulau yang terkenal dengan tradisi lompat batunya ini.

Akses yang semakin mudah menuju Pulau Nias menjadi salah satu sebabnya. Sebuah maskapai penerbangan nasional baru saja membuka rute langsung dari Jakarta ke Nias, yang beroperasi tiga kali seminggu tiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Dalam sekali penerbangan maksimal 96 penumpang yang bisa diangkut.

Selain itu ada pula atraksi desa di Desa Bawomataluo yang menjadi salah satu atraksi di Kabupaten Nias Selatan dalam acara Yaahowu Nias Festival 2018. Dihelat pada 16-20 November lalu, atraksi ini mampu menyedot atensi besar dari para pengunjung, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Karena kalau kita lihat dari potensinya, Nias Selatan tidak kalah menarik dengan daerah-daerah lain, bahkan cenderungnya ini unik. Bisa kita lihat sendiri bagaimana atraktifnya performance dari kelompok masyarakat adat yang ada di desa Bawomataluo ini. Kita sudah melihat bagaimana atraksi budaya di Desa Bawomataluo. Luar biasa atraksi budaya yang ditampilkan oleh masyarakat Bawomataluo” tutup Komas.


Sumber: Kompas

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Militer Indonesia yang Terkuat di Asia Tenggara Sebelummnya

Militer Indonesia yang Terkuat di Asia Tenggara

Mitos Larangan Mengonsumsi Ikan Lele di Lamongan Selanjutnya

Mitos Larangan Mengonsumsi Ikan Lele di Lamongan

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.