Kursus Bahasa Indonesia Laris Manis di Filipina

Kursus Bahasa Indonesia Laris Manis di Filipina

Ilustrasi kursus bahasa © NeONBRAND

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Popularitas bahasa Indonesia semakin mendunia. Setelah pekan lalu dilombakan di sebuah universitas Australia, kali ini bahasa Indonesia menyedot atensi tinggi ketika dibuka kursusnya di Filipina.

Bernama kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), pelatihan ini bertempat di House of Indonesia (HoI), Filipina, 17 November kemarin. Dihadiri sekitar 300 orang, ada enam lembaga pendidikan dan perguruan tinggi setempat yang mengirimkan pimpinannya masing-masing.

Mereka berasal dari Heartworks Learning Centre (HLC), Ateneo de Davao University (AdDU), University of Southeastern Philippines (USeP), University of Mindanao (UM), Mindanao Kokusai Daigaku (MKD), dan Saint John Paul II College of Davao (SJP).

Sementara dari perwakilan Indonesia, ada Konsul Jenderal (Konjen) RI, sederet Home Staffs dan Local Staffs KJRI, pengurus Dharma Wanita Persatuan, guru-guru Sekolah Indonesia Davao (SID), dan sejumlah peserta kursus.

Ada peningkatan jumlah peserta di kursus kali ini, jika dibandingkan tahun lalu. Di 2018 hampir dihadiri 300 orang, sedangkan di tahun 2017 baru diikuti 97 orang. Melonjaknya angka peserta ini membuat Konjen RI sangat bangga, dan memberikan apresiasi.

“Kami menyambut gembira melonjaknya jumlah peserta Kursus BIPA dari 97 orang tahun 2017 menjadi hampir 300 orang pada tahun 2018. Atas nama keluarga besar KJRI Davao City, saya ucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah selesai mengikuti kursus. Kita berharap bahwa para peserta Kursus tidak hanya mempelajari Bahasa Indonesia, tapi juga mengenal seni dan budaya Indonesia,” ucap Konjen RI di Davao City, dikutip dari Liputan6.com.

Di kursus tersebut, Konjen RI juga menjelaskan profil Indonesia secara singkat. Ia juga menerangkan bahwa dengan adanya kursus Bahasa Indonesia ini, bisa memperkuat hubungan bilateral antara Filipina dan Indonesia.

If you don’t know each other, you don’t care, and if you don’t care, you don’t corporate or love each other,” demikian kata Konjen RI dalam sambutannya.

Sementara untuk tenaga pengajar di kursus BIPA ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI mengirim Diyah Wahyuningtyas dan Yeyen Purwiyanti. Keduanya bertugas dari Mei hingga November 2018.


Sumber: Liputan6.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Mengenalnya, Si Pencetus Konsep Republik Indonesia Sebelummnya

Mengenalnya, Si Pencetus Konsep Republik Indonesia

Hobbit dan Mata Menge, ‘’Manusia Purba’’ Flores yang Menyulut Perdebatan Arkeolog Dunia Selanjutnya

Hobbit dan Mata Menge, ‘’Manusia Purba’’ Flores yang Menyulut Perdebatan Arkeolog Dunia

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.