Dua Emas untuk Dua Tim Indonesia di Karate Asia-Pasifik

Dua Emas untuk Dua Tim Indonesia di Karate Asia-Pasifik

Ilustrasi karate © Thao Le Hoang

Tim putra dan putri yang diturunkan Indonesia di Kejuaraan Asia-Pasifik Shitryu Karate Federation (APSKF) sukses membawa pulang dua medali emas. Masing-masing tim menyumbang satu medali emas, yang membuat mereka merajai podium.

Pada APSKF ke-15 Jumat lalu (23/11), tim putra mengalahkan Srilanka dengan skor 5-0 di final, sedangkan tim putri menundukkan Hong Kong dengan skor 4-1 di laga puncak. Prestasi ini membuat Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB Forki, Lumban Sianipar, tak kuasa menahan rasa bangganya.

“Ini prestasi yang menggembirakan, atlet Indonesia bisa juara di Kejuaraan Asia Pasifik ini. Dari sini bisa dievaluasi bagaimana kekuatan masing-masing negara dan bagaimana cara pembinaan mereka,” tutur Lumban dikutip dari Kompas.

Tim putra karate Indonesia di APSKF ke-15 | Foto: Antara
Tim putra karate Indonesia di APSKF ke-15 | Foto: Antara

Lumban juga menambahkan, bahwa kesuksesan ini harus menjadi pelecut semangat untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Sebab di ajang tersebut hanya atlet peringkat 10 besar dunia yang berhak mendapat invitasi. Ini berbeda dengan SEA Games yang atletnya bisa ditentukan sendiri oleh negara peserta.

Di APSKF 2018, tim putra dan putri Indonesia masing-masing menurunkan trio terbaiknya. Tim putra diwakili Erlando Stefano, Muhammad Wisnu Hidayat, dan Chogun Miyagi. Sementara di tim putri, ada Navita Azzahra, Marzella Sekara Damayanti, dan Cintya Auraria yang turun ke arena.

Setiap atlet sangat senang bisa mempersembahkan medali emas untuk negara tercinta. Marzella misalnya, yang terharu bisa memenangi final karena pertandingannya sangat menegangkan. Kemudian Novita tak kalah bangganya, karena dengan kerja tim bisa meninggalkan rasa tanding perorangan.

Luar biasa, tim karate Indonesia! Selamat ya, atas pencapaiannya...


Sumber: Kompas

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Edisi Kedua Pameran Manufaktur Indonesia di Filipina Sebelummnya

Edisi Kedua Pameran Manufaktur Indonesia di Filipina

Mitos Larangan Mengonsumsi Ikan Lele di Lamongan Selanjutnya

Mitos Larangan Mengonsumsi Ikan Lele di Lamongan

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.