Design Camp, program residensi singkat yang sedang berlangsung yang diprakarsai oleh pemerintah lokal Nara Okuyamato, Jepang, telah membuka pintunya bagi para desainer dari seluruh Asia, termasuk Indonesia.

Selama program ini, peserta internasional diundang untuk berkolaborasi dengan desainer Jepang untuk mengusulkan ide-ide baru untuk bisnis lokal di Nara Okuyamato.

Desainer lokal Diaz Adisastomo, penulis Athina Dinda, dan Fandy Susanto, pendiri agensi desain multidisipliner, Table Six, termasuk di antara para peserta.

Fandy mengatakan kepada Jakarta Post bahwa mereka bertiga telah bergabung dengan program pada waktu yang berbeda.

Dalam diskusi bertema "Closer to Nature", yang merupakan bagian dari pameran Into the Woods, di Dia.Lo.Gue Artspace di Kemang, Jakarta Selatan, pekan lalu, trio ini mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya mengajarkan mereka tentang mengusulkan komunikasi desain bisnis lokal tetapi juga memungkinkan mereka untuk belajar tentang alam.

Sebelum berbicara, Fandy mengatakan kepada Jakarta Post bahwa pepohonan merupakan pusat dari cara hidup Nara Okuyamato. “Orang-orang hidup dikelilingi oleh pepohonan. Pohon-pohon memberikan kehidupan kepada orang-orang, memberi mereka pekerjaan. Sebagai bentuk apresiasi, orang-orang mengurus hutan. Rasa saling menghormati antara alam dan orang-orang di sana telah berlangsung selama ratusan tahun,” kata Fandy, menambahkan bahwa ia melihat para perancang memiliki sejumlah besar penghormatan spiritual terhadap hutan, mengilhami dan mempengaruhi pekerjaan mereka.

Sementara itu, Diaz mengatakan selama diskusi bahwa orang-orang di Nara sadar akan ancaman alam, seperti topan dan gempa bumi.

“Tapi [di sisi lain], orang-orang juga menyadari alam sebagai sumber daya dan mereka dapat menggunakannya dengan bijaksana,” kata Diaz.

Adapun Dinda, penulis ini menyebutkan bahwa setelah kembali dari Nara dia mulai berpikir tentang asal-usul makanan yang dia konsumsi.

Hiroaki Fukuno, wakil direktur jenderal di departemen pengembangan regional pemerintah prefektur Nara, mengatakan bahwa sebagai pegawai negeri, mereka mencoba melindungi warisan mereka sementara juga berinovasi untuk menyesuaikan era saat ini.

Berkenaan dengan upaya pemerintah untuk melindungi lingkungan, Hiroaki mengatakan orang-orang Jepang kebanyakan sadar akan pentingnya melindungi alam, yang menjadi alasan mengapa pemerintah tidak perlu memaksakan peraturan yang berkaitan dengan masalah ini.


Sumber: Jakarta Post

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu