5 Sektor Fintech yang Akan Berkembang Pesat di Indonesia dalam 5 Tahun Mendatang

5 Sektor Fintech yang Akan Berkembang Pesat di Indonesia dalam 5 Tahun Mendatang
info gambar utama

Ketua eksekutif Asosiasi Financial Technology Indonesia (Aftech), Kuseryansyah, memperkirakan bahwa lima sektor teknologi keuangan (fintech) akan mengalami pertumbuhan yang signifikan di Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Sektor-sektor tersebut adalah pembayaran online, pinjaman peer-to-peer (P2P), teknologi asuransi (insurtech), crowdfunding, dan agregator harga, ia menambahkan, dengan alasan bahwa mereka akan mengalami pertumbuhan yang cepat karena layanan mereka dapat diakses oleh 100 juta pengguna smartphone di Indonesia.

“Lihatlah Go-Pay dan OVO, mereka sudah seperti gaya hidup,” katanya baru-baru ini, mengacu pada dua platform pembayaran online paling populer di Indonesia.

Pembayaran elektronik menggunakan Go-Pay | Sumber: Go-Jek
info gambar

Layanan peminjaman P2P memiliki potensi terbesar kedua untuk pertumbuhan karena mereka menawarkan pinjaman kecil yang mudah diakses di sebuah negara di mana hanya 36 persen penduduknya yang terlibat dalam perbankan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pemberi pinjaman P2P telah mendistribusikan Rp 11,7 triliun per akhir Agustus, dengan angka yang diperkirakan meningkat menjadi Rp 18 triliun pada bulan Desember.

Sementara itu, teknologi asuransi, yang menggunakan data besar untuk membuat rencana keuangan yang lebih disesuaikan, mungkin juga melihat peningkatan di sebuah negara di mana hanya 1,7 persen orang dewasa memiliki program asuransi.

Logo Otoritas Jasa Keuangan | Sumber: OJK
info gambar

Kuserasyah mengatakan crowdfunding juga akan mengalami pertumbuhan signifikan karena OJK dijadwalkan untuk merilis peraturan crowdfunding, yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan dengan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Terakhir, ia mengatakan bahwa layanan agregator harga seperti Cermati dan Cekaja, yang membantu konsumen menghemat uang pada pembelian e-commerce, juga diperkirakan akan meningkat popularitasnya karena pasar e-commerce domestik diprediksi akan tumbuh menjadi 65 miliar dolar Amerika pada tahun 2022.


Sumber: Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini