Hari ini saya baru saja menghadiri seminar beasiswa bersama salahsatu tokoh inspiratif yang luar biasa, Tasya Kamila. Ia merupakan lulusan tercepat dari Universitas Indonesia saat itu dan merupakan salahsatu idola kaum muda saat ini, selain cantik, Kak Tasya Kamila juga merupakan salahsatu penerima beasiswa LPDP di Columbia University, siapa sih yang tidak ngiri, melihat anak muda seperti ini.

Eitss… Stop disitu aja rasa irinya. Setelah kalian tahu kehebatan seseorang, kita tentu sangat mengaguminya. Ada banyak tipe orang dalam kaca mata saya melihat reaksi orang yang diidolakannya, ada yang iri, minder bahkan ada yang mencoba sisi berbeda dalam dirinya untuk ikut seperti tokoh idolanya.

Kenapa tulisan sederhana ini hadir, adalah keresahan hati saya terhadap rasa syukur kita terhadap pemberian jatah potensi yang telah Tuhan atur. Salahsatu nikmat Tuhan yang patut kita syukuri dalam kehidupan ini adalah menjalani versi terbaik dalam kehidupan kita saat ini. Kenapa saya berkata demikian. Dalam salahsatu riset kecil-kecilan saya terhadap lingkungan sekitar, ada sifat lupa diri para pengagum idola, terhadap potensi yang ada dalam diri mereka. Potensi itu sudah diberikan Tuhan untuk mereka kembangkan. Tapi kenapa mereka selalu membanding-bandingkannya dengan potensi orang lain.

Kawan-kawan tahu tidak, untuk mengetahui versi terbaik dalam hidup kita ini gimana caranya? Salahsatunya adalah menyadari potensi diri yang ada. Kesadaran menandakan bahwa kita berfikir, ketika kita berfikir bahwa kita berharga lahir dimuka bumi dan dalam alam bawah sadar kita terbenam bahwa diri kita adalah orang yang memiliki potensi yang luar bisa di muka bumi, maka dengan demikian kita akan punya alasan kuat mengapa kita diciptakan. Jangan pernah membandingkan potensi yang Tuhan berikan dalam hidup kita dengan orang lain. Sebuah kecelakaan berfikir dan bentuk kufur kita terhadap nikmat yang Tuhan berikan kepada kita selama ini, jika kita selalu membandingkan potensi kita dengan oranglain. Membandingkan sih boleh-boleh saja, tapi ingat jangan sampai dengan membandingkan potensi tersebut membuat kita tidak sadar bahwa kita juga dapat menjadi orang terbaik di muka bumi.

Versi terbaik dalam kehidupan seseorang adalah kita sendiri yang menentukan, ia hadir bersamaan dengan renungan dan kesadaran kita terhadap kecintaan kita pada diri sendiri. Mulailah berfikiran positif dan hadirkan dalam setiap hidup anda energi-energi positif. Setelah aura positif itu muncul maka yang dilakukan adalah Think big and act now. Terkesan normatif dan membosankan. Tapi itulah sebenarnya kenyataannya yang harus kita pahami.

Setiap orang besar dalam sejarah kehidupan manusia, lahir dari mimpi-mimpi besar. Tapi, apakah mereka hanya bermimpi. Tentu tidak bukan? Orang-orang besar dalam sejarah kehidupan manusia, adalah mereka yang bertindak, bergerak melakukan action. Orang-orang besar dalam sejarah kehidupan manusia adalah mereka yang menerjang mimpi mereka dengan sebuah gerakan kecil lantas menjadi sesuatu yang besar memberikan dampak yang luar biasa dalam peradaban manusia, mereka menerobos dalam setiap zaman dan dikenang, karena mereka tidak berdiam diri, tidak hanya bermimpi lantas duduk termenung membayangkan mimpi besar mereka. Emang mimpi besar bisa diwujudkan dalam duduk termenung? NO!

Jika kita belajar dalam sejarah kehidupan manusia. Mereka adalah orang terbaik dalam versi mereka masing-masing. Tentu demikian, karena mereka telah mengenali potens dirinya dan menjadi dirinya sendiri, dan ukuran terbaik baginya adalah mereka sendiri yang menentukan, ia hadir dan diciptakaan oleh rasa gelisah mereka sendiri.

So bagi pembaca sekalian, mulailah bermimpi besar dan jangan lupa untuk melakukan action, bergeraklah jangan sampai kita tertindas, jangan sampai namamu tenggelam dalam sejarah dan tidak dapat melintasi zaman ke zaman.

Salam hangat

Fathurrahman Jamil

Kunjungi instagram saya : @fathurrahman_jamil

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu