Inilah Tempat-tempat Wisata yang 'Lahir' Karena Bencana (Bagian 2)

Inilah Tempat-tempat Wisata yang 'Lahir' Karena Bencana (Bagian 2)

sumber : youtube

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Negeri tercinta kita ini berada di jalur gempa teraktif di dunia, karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua, yaitu Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur. Karena inilah Indonesia menjadi wilayah yang rawan bencana dan letusan gunung api, gempa, dan tsunami.

Bencana alam dan aktivitas vulkanik di Indonesia tidak sedikit yang membuat kerusakan parah pada wilayah yang sedang dilanda. Bahkan jika sudah parah, sepertinya akan susah untuk dipulihkan. Tetapi ada beberapa tempat yang bisa bangkit dari kerusakan akibat aktivitas lempeng tersebut dan saat ini menjadi tempat yang sering dikunjungi oleh masyarakat.

Bagian 1 bisa dibaca di sini

4. Pulau Sarinah, Pulau yang 'lahir' dari Lumpur Lapindo.

Pulau Sarinah terletak di kampung Tlocor Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon Sidoarjo. Pulau ini 'terlahir' dari sedimentasi lumpur yang keluar dari lumpur Lapindo, karena selama bertahun-tahun lumpur yang menyembur tersebut dibuang ke Sungai Porong dan menghasilkan sebuah hamparan pulau buatan di pesisir timur Sidoarjo.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Pulau Sarinah, hasil sedimentasi lumpur lapindo

Awalnya pulau ini gersang, warga mencoba menamainya dengan pohon bakau dan tumbuhan lain. Tak disangka, ternyata semua tumbuhan tersebut dapat tumbuh dengan subur. Kini Pulau Sarinah seringkali dipakai untuk riset kampus-kampus di Indonesia. Pulau ini juga mulai di kenal serta jadi jujugan wisatawan lokal lantaran keindahan dari Pantai Tlocor.

5. Boat on the Roof Top, Kenangan Tsunami Aceh Belasan Tahun Lalu

sumber : abc
sumber : abc

Kapal sepanjang 30 meter itu tetap dibiarkan di atap sebuah rumah. Tempat ini telah menjadi lokasi wisata andalan di Banda Aceh bagi mereka yang ingin melihat kedahsyatan bencana tsunami, 26 Desember 2004.

Kapal nelayan itu berhenti tepat di atas rumah warga di Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Sebanyak 59 orang yang selamat dalam kapal pada saat tsunami dan nama-nama mereka terpajang dalam bentuk plakat di bawah kapal. Setiap hari, ada saja pengunjung yang datang baik turis mancanegara maupun domestik.

6. Kapal PLTD yang Hanyut Saat Tsunami

sumber : indonesiakaya.com
sumber : indonesiakaya.com

Selain kapal nelayan di atas, salah satu bukti dari kedahsyatan Tsunami Aceh adalah Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung yang terseret gelombang tsunami. Kapal berbobot 2,6ribu ton itu bergeser sejauh 5km ke arah daratan.

sumber : indonesiakaya.com
sumber : indonesiakaya.com

Saat ini disekitar kapal tersebut dibangun monumen untuk mengingat bencana tsunami tersebut. Di dalam kapal juga dihiasi dengan foto-foto akibat bencana tersebut.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga60%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi40%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
PLTU Tidore, Pembangkit Harapan di Maluku Utara Sebelummnya

PLTU Tidore, Pembangkit Harapan di Maluku Utara

Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.