Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan volume ekspor komoditas durian pada Januari-September 2018 surplus 733 ton.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi, menuturkan, mengacu data BPS, tahun 2017 neraca perdagangan durian defisit. Ekspornya hanya 240 ton, sementara impor lebih besar mencapai 764 ton sehingga defisit 524 ton. 

"Tapi ekspor durian Januari-September 2018 melonjak 1.084 ton, impor hanya 351 ton. Artinya surplus 733 ton. Ini capaian yang membanggakan," jelas Suwandi di Jakarta, Senin (26/11/2018), dikutip Sindonews.com.

Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA Foto

Kenaikan volume ekspor komoditas durian pada Januari-September 2018 surplus 733 ton. Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA Foto

"Meningkatkan volume  disiasati dengan mengubah sistem dan regulasi yang mempermudah dan mempercepat pengurusan izin investasi dan ekspor," imbuhnya.

Suwandi menambahkan untuk mempermudah izin ekspor, Kementan telah menerapkan sistem OSS (Online Single Submission). Regulasi direvisi, di antaranya Permentan 29 tahun 2018. Semula mengurus izin ekspor tanaman hias dan benih hortikultura butuh waktu 8 hari sekarang menjadi 3 jam untuk dokumen yang sudah clear and clean.

Kementan pun secara masif melakukan penanganan dari hulu, budidaya hingga hilir dikawal sehingga menghasilkan durian berkualitas dan bersaing. Alhasil, ekspor durian nasional kini telah menembus banyak negara. 

Pria memilih durian. Foto: Republika/EPA
Pria memilih durian. Foto: Republika/EPA

"Ekspor durian telah merambah pasar Hongkong, Thailand, Vietnam, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Belanda dan Australia," sebutnya.

Dilaporkan Detikcom, di tahun 2017, jumlah bantuan bibit mencapai 112.000 batang dan tahun 2018 sebanyak 211.000 batang. Di 2018, Kementerian Pertanian juga membangun kawasan durian seluas 5.000 hektar serta penanganan hulu-hilir hingga promosi dan kontes durian.

"Durian saat ini sedang musim panen di beberapa daerah sentra yang berlangsung pada November hingga April. Cita rasa durian lokal lebih enak dan harga terjangkau. Artinya, durian tidak hanya diminati dalam negeri, kami optimis di tahun 2018 ini volume ekspor durian semakin naik," tuturnya.

Foto: Dok. Kementerian Pertanian
Foto: Dok. Kementerian Pertanian

Perlu diketahui, jenis durian lokal yang memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan durian negara-negara tetangga yakni durian Pelangi Papua, Srombut Kalimantan, durian Merah Banyuwangi, Tembaga, Si Mas Sunan dan Petruk. Indonesia pun memiliki durian Lay, Romo Banyumas dan lainnya.

"Ada juga durian Bawor di Banyumas, rata rata 100 buah per pohon, berat 2 hingga 3 kg per buah. Harga di petani Rp 45 ribu per kg dan di eceran Rp 65 ribu per kg," ungkap Suwandi.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu