Sebuah pertunjukan budaya Melayu berjudul Seloka Swarnadwipa diadakan pada 25 November di Galeri Indonesia Kaya (GIK), pusat perbelanjaan Grand Indonesia di Jakarta Pusat.

Tari Tor Tor Tandok dari Sumatra Utara | Sumber: Galeri Indonesia Kaya
Tari Tor Tor Tandok dari Sumatra Utara | Sumber: Galeri Indonesia Kaya

Anggota Komunitas Perempuan Menari, sekelompok wanita dari berbagai latar belakang, dari ibu rumah tangga hingga pengusaha, tampil dalam acara tersebut.

Sumber: Galeri Indonesia Kaya
Anggota Komunitas Perempuan Menari | Sumber: Galeri Indonesia Kaya

"Mereka memiliki satu kesamaan, yaitu kepedulian mereka terhadap budaya dan seni Indonesia," kata Direktur Program Bakti Budaya, Djarum Foundation, Renitasari Adrian dalam sebuah pernyataan.

Tari Cik Minah Sayang dari Aceh | Sumber: Galeri Indonesia Kaya
Tari Cik Minah Sayang dari Aceh | Sumber: Galeri Indonesia Kaya

Acara tersebut dibuka dengan tarian Gending Sriwijaya dari Sumatra Selatan. Sebuah lagu Aceh berjudul "Bungong Jeumpa" dan pembacaan puisi berjudul Kau Tau (You Know) juga ditampilkan.

Masyarakat juga menampilkan tarian Melayu lainnya seperti Tortor Tandok dan Cik Minah Sayang dari Sumatra Utara, Senandung Kipas dari Riau dan Indang dari Sumatra Barat.

Tarian Senandung Kipas dari Riau | Sumber: Galeri Indonesia Kaya
Tarian Senandung Kipas dari Riau | Sumber: Galeri Indonesia Kaya

"Pertunjukan ini diharapkan dapat mengembalikan peran seni pertunjukan sebagai tontonan dengan nilai-nilai Indonesia," kata Pelatih Wanita Menari, Supriadi Arsyad.

GIK adalah ruang publik berbasis digital yang didirikan oleh Bakti Budaya dari Djarum Foundation. Sejak dibuka pada tahun 2013, GIK telah menyajikan lebih dari 1.300 pertunjukan budaya kepada 450.000 pengunjung.


Sumber: Jakarta Post

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu