Memetakan diri, pentingkah?

Memetakan diri, pentingkah?

Sumber gambar : wall.alphacoders.com

Saya mengawali tulisan saya dengan sebuah pertanyaan, yang saya pun kesulitan menjawabnya, mungkin pembaca sekalian juga kesulitan dan kebingungan menjawabnya. Saya sering menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini kepada diri sendiri. Saya selalu bertanya : Siapa saya? Kenapa saya ada? Mengapa saya dilahirkan di muka bumi? Apa yang akan saya lakukan bagi masyarakat sekitar? Sekilas pertanyaan itu sangat sederhana, tapi begitu kompleks dan bercabang jawabannya.

Untuk mengatasi keresahan tersebut, saya sempat menjawab dalam secarik kertas. Namun beberapa waktu kemudian, saya resah kembali, apakah tepat jawaban itu, keraguan mulai muncul seiring berjalannya waktu. Hingga saya menemukan suatu kalimat yang berbunyi “Siapa yang selalu berhasil di dunia ini? Jawabannya adalah Dora, karena disetiap perjalanannya, Dora mempunyai peta”. Tersentak saya dengan kalimat tersebut, film kartun yang saya gemari waktu kecil dahulu, memberikan sebuah pembelajaran yang sangat berarti. Dora seorang gadis kecil yang baik hati dan senang menjelajah, bersama temannya Boots memberikan pembelajaran hidup yang berarti bagi saya.

Jika teman-teman tahu, bahwasanya mereka berdua menjelajah untuk mencapai suatu tempat atau mencari sesuatu yang mereka butuhkan, selalu dibimbing oleh peta yang tersimpan dalam ransel milik Dora. Dalam penjelajahannya dora banyak mengajak para penontonnya untuk turut membantunya dalam perjalan, Dora selalu mendapatkan rintangan, termasuk dari Swiper, tokoh antagonis dalam serial anak tersebut. Tapi kenyataannya dengan berbagai permasalahan tersebut, tidak pernah sedikitpun perjalanan Dora yang tidak sampai ke tujuannya.

Saya mendapatkan sesuatu luar biasa dari Dora, bahwasanya ketika kita meyakini sesuatu, dan memiliki tujuan yang terpetakan, maka tidak ada hal yang mustahil dicapai. Termasuk perjalan hidup manusia. Banyak kenangan yang sudah saya lalui hingga detik ini. Kota Malang menjadi tempat di mana saya mendapatkan banyak pengalaman yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Saya sedari awal berangkat dari tanah kelahiran, tidak mempunyai rencana, tidak punya tujuan dan bagaimana nanti saya ketika beranjak dewasa. Singkatnya, saya masih bertanya apa tujuan hidup saya? Apa cita-cita dan harapan saya. Saya tidak mampu menjawabnya kala itu.

Perlahan saya menyadari, dari hasil interaksi dengan berbagai orang, saya baru menyadari bahwa mereka yang sukses adalah mereka yang mempunyai peta dan tujuan hidup yang jelas. Tidak mengherankan bukan, bahwasanya mereka juga dulunya adalah orang yang bimbang, kemana mereka akan melangkah dan kemana mereka akan menuju. Hingga disuatu titik mereka menyadari bahwasanya kehidupan adalah suatu perjalan manusia. Proses penataan diri dan penentuan objek yang dicapai menjadi sesuatu yang amat penting bagi orang-orang yang menghendaki kemajuan, dalam perjalanan yang amat membingungkan.

Seorang kawan berkata, “Keinginan, impian dan cita-cita bukankah harus setinggi-tingginya?” Saya tersentak dengan kalimat tesebut, dalam benak saya, saya kembali ingin menjawab pertanyaan diawal tulisan ini. Pantas saja Maha-filsuf Socrates mengatakan dalam mutiara filsafatnya, sederhana namun memiliki makna yang amat dalam “ Kenalilah Dirimu” .

Singkat, namun jika teman-teman memaknainya, sungguh tersimpan ratusan pertanyaan yang membingungkan.Orang yang sudah mengenal dirinya, akan menguji hidupnya dan berjalan menggapai cita-cita setinggi-tingginya. Bukankah hidup adalah perjuangan, dan perjuangan tidak yang menenangkan? Begitu kira-kira inti jawabannya.

Orang yang ingin bahagia, harus menyukai kelelahan dalam bekerja, terkuras tenaga dalam berfikir, tersita waktu dalam berkarya, karena hal yang baik bagi kita adalah hal yang selalu betul-betul membahagiakan, entah jalannya menurun, menanjak ataupun berliku. Selama ada peta dalam perjalanan itu, kita tidak akan merasakan kebingungan ataupun kemunduran. Tidak ada kemunduran bagi orang yang menghendaki maju, dan tidak ada kemajuan, bagi mereka yang menghendaki mundur.

Soo.. buat kalian semua para pembaca..

Petakan dan kenalilah dirimu, karena tidak ada jalan yang mudah dari bumi menuju bintang-bintang di ujung semesta, untuk kalian yang ingin mengapainya.

Salam hangat

Fathurrahman Jamil

Kunjungi Instagram saya : @fathurrahman_jamil

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kamu Wajib Jadi Pahlawan Iklim! Sebelummnya

Kamu Wajib Jadi Pahlawan Iklim!

Asal Usul “Kolam Susu”, Dikenal Lewat Lagu Koes Plus Selanjutnya

Asal Usul “Kolam Susu”, Dikenal Lewat Lagu Koes Plus

0 Komentar

Beri Komentar