Penulis Ini Raih Penghargaan Sastra Internasional di Belanda!

Penulis Ini Raih Penghargaan Sastra Internasional di Belanda!

Eka Kurniawan Raih Penghargaan di Belanda © MNC Trijaya FM

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Dunia Sastra Indonesia patut berbangga, kali ini kabar terbaru datang dari penulis Eka Kurniawan yang meraih penghargaan Prince Claus Awards 2018 dalam kategori Sastra/Literatur di Belanda (6/12) lalu.

Penghargaan tahunan ini diberikan kepada individu, kelompok, atau organisasi yang bergerak di bidang kebudayaan, yang karyanya memberikan dampak positif bagi pengembangan masyarakat di Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Karibia.

Diketahui berdasarkan keterangan panitia Prince Claus Award, melalui Kompas, Eka Kurniawan terpilih berkat kemampuannya dalam menarasikan kisah-kisah imajinatif lewat keindahan prosa juga universalitas materi.

Eka Kurniawan merupakan salah seorang penulis kawakan Tanah Air yang lahir 28 November 1975 di Tasikmalaya. Ia dianggap mampu dan berhasil menyajikan karya terkait perlawanan terhadap tindak politik yang sewenang-wenang. Lebih lagi ia selalu membawa isu-isu sosial yang akrab dengan masyarakat.

Eka Kurniawan | Sumber dok: Whiteboard Journal
Eka Kurniawan | Sumber dok: Whiteboard Journal

Penulis yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Gadjah Mada ini juga dinilai mampu membentuk pemahaman sejarah masyarakat yang pada akhirnya membangun persepsi tentang negara yang lebih baik. Tak hanya itu, ia pun dinilai berhasil mengangkat budaya Indonesia lewat penceritaan kembali kisah-kisah mitologi lokal yang selama ini, mungkin, mulai terabaikan.

Kekuatannya ialah mengangkat topik-topik krusial yang hangat di masyarakat, khususnya masa-masa ketika kebebasan berpendapat banyak dibungkan. Ia pun mampu menarik perhatian dunia melalui penyampaiannya dalam sejarah Indonesia alternatif yang berdampak bagi meningkatnya kesadaran dan pemahaman terhadap Indonesia.

Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan | Sumber dok: dJatinangor
Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan | Sumber dok: dJatinangor

Tak heran jika kemudian karya-karyanya selalu mendapat hati di masyarakat bahkan tersebar hingga ke berbagai penjuru dunia. Cantik Itu Luka sendiri telah berhasil diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa. Sementara Lelaki Harimau telah diterbitkan dalam bahasa Italia, Korea, Jerman, dan Prancis.

Selain Eka Kurniawan, turut hadir beberapa nama lain yang diundang dalam penerimaan penghargaan di Royal Palace, Amsterdam, yakni Adong Judith (Uganda) untuk bidang Teater, Marwa al-Sabouni (Syria) untuk kategori Arsitektur dan Urbanisme, Kidlat Tahimik (Filipina) untuk Visual Arts/Film.

Selamat Eka. Maju terus Bahasa dan Sastra Indonesia!


Sumber: Kompas

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau25%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Inilah Spesies Burung yang Menjadi Inspirasi dari Lambang Negara Indonesia Sebelummnya

Inilah Spesies Burung yang Menjadi Inspirasi dari Lambang Negara Indonesia

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya Selanjutnya

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya

Aninditya Ardhana Riswari
@anindityaar_1997

Aninditya Ardhana Riswari

anindityaardhana.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.