Profil PNS Inspiratif 2018: Zelia da Costa, Berjuang Membawa Buku ke Pembaca

Profil PNS Inspiratif 2018: Zelia da Costa, Berjuang Membawa Buku ke Pembaca

Zelia da Costa (tengah) dalam kegiatan Buku Mencari Anak © Kementerian PANRB

Anggapan buku sebagai jendela dunia memang benar adanya, tapi bagaimana jika buku tak pernah bisa memberi pandangan dunia karena tak bisa menjangkau para pembacanya?

Persoalan itu membuat seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Zelia Luz da Costa risau. Kepala Bidang Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, berinisiatif membawa buku ke para pembacanya yang kesulitan mendapat akses bahan bacaan.

Inisiatif ini berawal dari cerita anaknya yang berusia 10 tahun sepulang sekolah. “Kasihan sekali teman saya, ditanya oleh bu guru tidak bisa menjawab. Padahal pertanyaan yang mudah. Ternyata anak itu belum membaca buku karena tidak punya buku. Kenapa saya bisa punya buku, tapi dia tidak punya buku?” tutur Zelia meniru pertanyaan anaknya.

Zelia kemudian mencari pangkal persoalan itu. Di perpustakaan Kabupaten Belu, tak banyak pembaca yang datang berkunjung. Namun itu bukan tanpa sebab, lantaran dari 69 desa yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Belu, sebagian besar tidak memiliki akses jalan yang baik menuju ibu kota kabupaten.

Hati wanita kelahiran 15 April 1978 ini kemudian tergerak. Ia bertekad menerjang terjalnya jalanan di daerahnya, demi mengantarkan buku-buku sampai ke tangan para anak-anak di Kabupaten Belu. Zelia melakukannya secara sukarela, semata-mata agar minat baca di Kabupaten Belu tumbuh sejak usia dini.

Perlengkapan Zelia dalam menjalankan misi mulia ini sangat sederhana. Lulusan S1 STPDN Jatinangor ini hanya bermodalkan sepeda motor dinas, dan dalam sekali perjalanan mengangkut 40 buku dengan 40 judul berbeda di dalam satu tas. Program ini ia namakan Buku Mencari Anak.

Anak-anak antusias menyambut buku yang dibawa Zelia | Foto: Dok. PNS Inspiratif 2018
Anak-anak antusias menyambut buku yang dibawa Zelia | Foto: Kementerian PANRB

Skenario pengoperasiannya begini. Di suatu hari, Zelia mengantar 40 buku ke desa A. Buku-buku tersebut dibiarkan Zelia menetap di desa A selama seminggu, kemudian membawakan 40 buku baru minggu depannya. Nah 40 buku yang sudah dibaca para anak-anak di desa A tadi dibawanya ke desa B, C, D, dan begitu seterusnya.

Sekilas tampak praktis, tapi kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan. Tekstur jalan di Kabupaten Belu yang terjal membuat Zelia berulang kali kehilangan keseimbangan di atas kendaraan, dan terjatuh.

“Saya juga sudah sering jatuh dari motor karena membawa banyak buku, melalui jalan kecil yang menanjak di bukit terjal. Motor pun sudah lecet-lecet karena jatuh,” ungkapnya.

Dukungan dan pertentangan

Menjangkau puluhan desa di Kabupaten Belu dengan akses jalan yang terbatas tidaklah mudah dan butuh biaya yang tidak sedikit. Zelia menyiasati hal itu dengan menyisihkan sekitar setengah dari uang perjalanan dinasnya untuk membiayai misi mulianya mengantar buku ke anak-anak di daerah terpencil.

Namun siapa sangka, misi mulia ini sempat mendapat pertentangan dari instansi tempatnya bernaung. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belu awalnya menentang inovasi Zelia, tapi tak lama berselang datang dukungan penuh dari Bupati Belu.

Bentuk dukungan Bupati Belu berupa aturan yang mewajibkan seluruh pejabat eselon 2, 3, dan 4 yang melakukan perjalanan dinas ke luar Belu, membawa pulang dan menyumbangkan buku-buku anak untuk program yang dibuat Zelia.

Keceriaan anak-anak mendapatkan buku yang dibawa Zelia | Foto: Dok. PNS Inspiratif 2018
Keceriaan anak-anak mendapatkan buku yang dibawa Zelia | Foto: Kementerian PANRB

“Bahkan untuk pejabat eselon dua yang bertugas keluar Belu saya minta menyumbang 20 buku,” imbuh Zelia.

Sejak sekitar 2 tahun yang lalu Zelia Luz da Costa memulai misi mulia Buku Mencari Anak di Kabupaten Belu, NTT. Sejak itu pula, sekitar 1.500 eksemplar buku telah beredar di kalangan anak-anak Kabupaten Belu, yang tersebar di 40 desa dari total 69 desa yang ada.

Inovasinya juga terus berkembang. Zelia baru saja mendirikan Perpustakaan Kampung Adat di salah satu desa terpencil terluar, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Di perpustakaan itu anak-anak tak hanya sekadar membaca dan meminjam buku, tapi juga diajari tarian-tarian tradisional NTT.

Zelia merupakan satu dari 15 besar PNS Inspiratif 2018, yang menyisihkan sekitar 4.200 kontestan lain. Ia tidak terpilih maju ke babak lima besar, tapi perjuangan dan inovasinya dalam hal mengantar buku ke pembaca sangat layak diapresiasi dan ditiru.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kawan GNFI Wajib Tahu! Inilah 5 Destinasi Favorit di Surabaya Saat Perayaan Pergantian Tahun Sebelummnya

Kawan GNFI Wajib Tahu! Inilah 5 Destinasi Favorit di Surabaya Saat Perayaan Pergantian Tahun

Walikota Risma Raih Penghargaan di Singapura Selanjutnya

Walikota Risma Raih Penghargaan di Singapura

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.