Galakan Teknologi Technopark, Dorong Lulusan SMK di DIY Siap Bekerja

Galakan Teknologi Technopark, Dorong Lulusan SMK di DIY Siap Bekerja

Seorang Siswa SMK Negeri 2 Yogyakarta sedang menggunakan alat mesin.

Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) DIY tengah menggalakkan program Teknologi Technopark kepada seluruh SMK yang tersebar di DIY. Salah satunya SMK Negeri 2 Yogyakarta.

Kepala Disdikpora DIY, Baskara Aji mengungkapkan SMK di DIY tidak melulu mengembangkan kemampuan akademik secara teoritik. Namun, bagaimana para siswa tersebut turut mengembangkan dan mempraktekkan dengan baik.

"Makanya kita kembangkan yang namanya Teaching Factory kemudian kita kembangkan taman Teknologi Technopark yang itu akan bisa mendukung anak-anak megembangkan kemampuannya," kata Baskara disela-sela acara Eksplorasi Pembelajaran Kewirausahaan dalam rangka Kegiatan SMK Berbasis Industri di SMK Negeri 2 Yogyakarta, Jum'at (14/12) lalu.

Sebagai sekolah yang berbasis teknologi, Baskara mengakui, Teknologi Technopark juga bisa dikembangkan ke dunia pariwisata untuk boga, dan bidang perhotelan.

"Nah harapannya dengan kita launching hari ini kerjasama dengan dunia industri, maka SMK itu betul-betul siap bekerja, bukan hanya siap masuk dunia kerja dari sisi keinginan tapi dari sisi kemampuan juga," paparnya.

Ia mengungkapkan, data SMK di Yogyakarta rata-rata menyerap dunia usaha dibidang industri hingga mencapai 60 persen termasuk didalamnya berwirausaha.

"Kemudian kita hitung sekitar 10-12 persen kuliah maka sisanya masih masa tunggu, yang ini yang harus kita carikan solusi supaya mereka bisa masuk dunia kerja," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Yogyakarta, Dodot Yuliantoro mengungkapkan program kegiatan tersebut merupakan cara untuk mengenalkan program-program dan jurusan yang bisa di ambil.

"Biar anak SMK tidak salah pilih masuk jurusan. Ada beberapa kompetensi keahlian," ujarnya.

Dodot mengungkapkan, dengan fasilitas dan program tersebut, siswa SMK nantinya dinilai mampu meningkatkan kompetensi belajar dan melakukan prakteknya.

"Kita fasilitasi dengan alat bagus dengan ruangan bagus, maka anak-anak nyaman di sini, maka dengan bimbingan rekan-rekan baik PTIPD maka Insyaallah kompetensi naik," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, SMKN 2 Yogyakarta juga meresmikan Ruang Praktik Siswa (RPS) yang akan digunakan untuk proses pembelajaran praktik Jurusan Permesinan.

Gedung dua lantai tersebut, pada lantai satu digunakan untuk Bengkel Pemesinan Bubut dan Bengkel Pemesinan Frais. Di lantai dua rencananya akan digunakan untuk Laboratorium Computer Aided Design (CAD) dan Computer Aided Manufacturing (CAM).

"Insya Allah nanti kedepan kalau sudah terampil dalam satu bulan ada target 1000 unit. Harapannya satu alat satu jam," pungkas Dodot. (mna)

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ijtihad Untuk Masa Depan Bumi Sebelummnya

Ijtihad Untuk Masa Depan Bumi

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu Selanjutnya

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu

Muhammad Attamimi
@bangnoe_

Muhammad Attamimi

Hidup sebagai perantau

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.