Indonesia di Design Anthology Awards

Indonesia di Design Anthology Awards

Budi Pradono (kiri) dari Budi Pradono Architect duduk bersama Andra Matin di studionya © Foto: Desain Bintaro Kabupaten / Timur Angin

Majalah interior, desain, arsitektur, dan kehidupan kota triwulanan Asia, Design Anthology telah mengumumkan para finalis dari peresmian Design Anthology Awards-nya.

Suzy Annetta, pemimpin redaksi Design Anthology menulis dalam rilis yang dikutip dari Jakarta Post pada hari Selasa bahwa para finalis telah dipilih oleh panel juri yang terhormat dari seluruh industri desain.

“Kaliber entri sangat tinggi. Kami tidak sabar untuk mengumumkan para pemenang pada upacara resmi pada 22 Februari,” tulis Annetta.

Penghargaan akan diberikan dalam tiga kategori: People, Tempat, dan Produk. Subkategori di People termasuk Duta Besar, Desainer Industri, Arsitek, Desainer Interior, Desainer Baru, Vanguard, dan Desainer Wanita.

Dalam kategori Tempat, harga akan diberikan untuk Adaptive Reuse, Hospitality Spaces (Hotel, Ruang Makan), Ruang Komersial, Ruang Tinggal (Interior, Compact), Budaya, Seni, dan Ruang Pendidikan dan Pengembangan Kembali Kota.

Sementara itu, kategori Produk termasuk subkategori Aksesoris, Pencahayaan, Perabotan dan Tekstil. Di antara para finalis, Indonesia diwakili oleh arsitek Andra Matin dalam kategori People, Studio Air Putih dengan kantor Batubata di subkategori Commercial Places dan Budi Pradono Architects dengan Rumah Sanga Mandala di Living Residensial - interior.

View this post on Instagram

do nothing to do.... afternoon ☀️#batubata #studioairputih #dennygondoarchitect

A post shared by Denny Gondo ?? (@dennygondo) on

Setelah presentasi penghargaan, majalah triwulanan tersebut dijadwalkan untuk mengadakan serangkaian pembicaraan tentang desain berjudul Desain Antologi Dialog pada 23 Februari, menampilkan timnya, panel hakim dan beberapa nominasi penghargaan perdana.

Hasil penjualan tiket akan disumbangkan ke dana Anthology Desain, sebuah event amal yang menyediakan beasiswa untuk mahasiswa desain di The University of Hong Kong dan Savannah College of Art and Design.


Sumber: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Saling Untung Indonesia dan EFTA di Perjanjian IE-CEPA Sebelummnya

Saling Untung Indonesia dan EFTA di Perjanjian IE-CEPA

Ragam Sate dari Bali dan Lombok Selanjutnya

Ragam Sate dari Bali dan Lombok

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

I work here because I value positivity. In the midst of social media era I wish that everyone builds harmony through positivity, so I start from myself.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.