Ragam tema film Indonesia kian unik pun menarik. Namun dari aneka jajakan tersebut nampaknya film bertemakan drama-keluarga masih menjadi salah satu yang bisa dinikmati semua kalangan.

Hal ini yang kemudian diangkat oleh garapan terbaru dari Keluarga Cemara. Film yang rencananya akan ditayangkan serentak di tanggal 3 Januari 2019 tersebut tentunya menyuguhkan kisah apik nan hangat yang dekat dengan kehidupan masyarakat di negeri ini.

Jika kalian anak generasi 90-an, tentunya pernah mengenal Keluarga Cemara sebagai serial televisi legendaris yang ditayangkan di stasiun RCTI pada 6 Oktober 1996 hingga 29 Agustus 2004. TV7 pun juga pernah menayangkan kembali kisah keluarga ini pada 18 Oktober 2004 hingga 30 Januari 2005.

Keluarga Cemara diketahui merupakan serial yang diadopsi dari cerbung karya Arswendo Atmowiloto di media cetak pada 1970-an yakni Majalah Hai.

Kisahnya pun berpusar pada kehidupan keluarga Abah yang bersahaja dan jujur. Yakni keluarga di sebuah desa di Sukabumi, di mana sang Abah berupaya mempertahankan kehidupan keluarganya dengan beternak dan menjadi tukang becak, pasca bangkrut dan kehilangan kekayaannya.

Kehadiran Keluarga Cemara dalam layar lebar tak hanya sebagai ajang nostalgia, melainkan turut untuk menginspirasi. Tak heran jika prosesnya memakan banyak riset guna mengkaitkannya agar lebih relevan dengan kehidupan keluarga di Indonesia saat ini.

Seperti yang tertulis dalam Historia, kurang lebih terdapat 150 keluarga yang menjadi bahan riset dari tim penggarap kisah Keluarga Cemara. Semuanya pun berdomisili di daerah Jabodetabek.

Dalam risetnya, tim turut menanyakan hal-hal apa saja yang dihadapi oleh keluarga di era ini, ketakutan, hingga harapan dan keinginan mereka terhadap film keluarga juga disampaikan guna menjadi data dalam memperkaya point of view personal.

Satu pesan lain yang ingin disampaikan oleh kisah Keluarga Cemara ialah inspirasi. Di mana setiap keluarga tentunya menjadi tempat pertama manusia untuk tumbuh dan belajar guna menghadapi perubahan dalam segala sendi kehidupan.

Ibaratnya kondisi demikian sesuai dengan pohon cemara yang evergreen, adaptif, dan tangguh dalam menghadapi suasana juga cuaca apapun.

Filosofi terkait pohon cemara hendaknya juga cocok dengan keluarga Indonesia. Di mana nanti penonton mampu memiliki makna baru untuk dapat merefleksikan hubungan dan kisah hidup keluarganya saat menonton Keluarga Cemara.

Tunggu apa lagi? Jangan lupa kunjungi dan hadir di bioskop sejak tanggal 3 Januari 2019. Nikmati sajian Keluarga Cemara bersama orang-orang terkasih.

Maju terus Industri Film Tanah Air!


Sumber: Historia

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu