Tantangan Pariwisata Indonesia di 2019 dan Siasatnya

Tantangan Pariwisata Indonesia di 2019 dan Siasatnya

Ulun Danu Beratan di Bali © Dennis Rochel/Unsplash

“Kami menyadari orang-orang di dunia hanya mengenal Bali. Oleh karenanya presiden memerintahkan saya untuk membuat 10 Bali lainnya,” tutur Menteri Pariwisata, Arief Yahya, pada CNBC mengenai rencana pengembangan pariwisata Indonesia.

Sektor pariwisata masih menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia, bahkan yang tertinggi. Dijabarkan di acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2018 yang digelar Kementerian Pariwisata, perolehan devisa dari sektor pariwisata tahun ini sebesar USD 17,6 miliar, setara dengan Crude Palm Oil (CPO).

Namun demikian, Indonesia tidak boleh terlalu dini berpuas diri. Dengan tahun 2018 yang akan segera berakhir, tantangan di tahun-tahun berikutnya sudah menyambut di depan mata. Arief Yahya pun menerangkan ada target-target yang diusung pariwisata Indonesia tahun depan.

Target utama adalah menjaring 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) di tahun 2020. Angka tersebut naik hampir dua kali lipat dari target tahun 2015. Meski targetnya cukup tinggi, tapi Arief yakin bisa mencapainya sesuai permintaan presiden.

Ini berdasarkan fakta di tahun 2018 jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 16 juta orang. Fakta lainnya adalah sejak masa kepemimpinan Arief Yahya pada Oktober 2014, setiap tahunnya prosentase kedatangan wisman naik 20%.

Untuk melakukannya, Arief punya kiat-kiat tertentu dalam meningkatkan daya tarik pariwisata Indonesia ke masyarakat dunia. Salah satunya dengan membangun destinasi digital, karena separuh wisatawan yang datang belakangan ini merupakan generasi milenial.

“(Generasi) milenial memiliki kebutuhan tersendiri. Mereka sangat digital, jadi kami harus menyediakan lingkungan digital,” ucapnya. “Lingkungan digital” yang dimaksud Arief contohnya pemandangan yang ciamik saat diunggah ke Instagram, dan biaya perjalanan yang lebih rendah.

Selain itu, zero dollar tours juga menjadi perhatian tersendiri. Adanya fenomena itu membuat lonjakan wisman dari Tiongkok melonjak drastis, melebihi Australia yang sebelumnya merupakan negara dengan jumlah wisman terbanyak di Bali.


Sumber: CNBC

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Indonesia dan Peluang Jadi Raja Ekonomi Digital Asia Tenggara 2025 Sebelummnya

Indonesia dan Peluang Jadi Raja Ekonomi Digital Asia Tenggara 2025

Inilah Lele Berwarna Pink Dari Jepara Selanjutnya

Inilah Lele Berwarna Pink Dari Jepara

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.