Singapura Galang Rp 1,1 Miliar untuk Tsunami Selat Sunda

Singapura Galang Rp 1,1 Miliar untuk Tsunami Selat Sunda

Kondisi pasca tsunami di Pantai Carita, Pandeglang, Banten © Inquirer.net

Palang Merah Singapura (SRC) mengatakan akan memberikan bantuan kemanusiaan senilai US$80 ribu atau setara Rp1,1 miliar untuk korban tsunami Selat Sunda.

Kontribusi SRC ini akan mendukung upaya pemulihan pascabencana dan mendanai pembelian serta distribusi barang-barang bantuan seperti sistem penyaringan air, selimut, alas tidur, dan peralatan rumah tangga.

Palang Merah Indonesia (PMI) juga telah melakukan upaya pencarian dan penyelamatan, dengan mengerahkan 22 ambulans bersama sejumlah awak medis. Sebanyak 14 truk air, lima tim klinik keliling, serta dua helikopter ikut dikerahkan dalam upaya tersebut.

Foto erupsi gunung Anak Krakatao. Foto: European Space Agency (ESA)
Foto erupsi gunung Anak Krakatao. Foto: European Space Agency (ESA)

"SRC berhubungan dekat dengan PMI dan mitra-mitranya di Indonesia, dan telah menyiapkan tim tanggapan lanjutan untuk mendistribusikan bantuan serta melakukan penyisiran darat," kata organisasi itu dalam pernyataan resmi, dikutip Channel News Asia, Senin (24/12).

Menurut laporan CNN Indonesia pada Kamis (27/12), Palang Merah Singapura melaporkan bahwa dua sukarelawan sudah tiba di Banten untuk menyalurkan bantuan tersebut kepada para korban.

Tim itu tiba di Banten pada Rabu (26/12), tepat sebelum semua penerbangan yang melewati Gunung Krakatau dialihkan karena erupsi.

Sekretaris Jenderal dan CEO SRC, Benjamin William, mengatakan prioritas organisasinya adalah untuk mendukung upaya PMI dalam memberikan bantuan penting bagi para penyintas.

Foto udara kerusakan akibat tsunami Selat Sunda di wilayah pesisir di Pandeglang, Banteng, Minggu (23/12/2018). Foto: Republika
Foto udara kerusakan akibat tsunami Selat Sunda di wilayah pesisir di Pandeglang, Banteng, Minggu (23/12/2018). Foto: Republika

"Selain kebutuhan mendesak, tim juga mengantisipasi dan mempersiapkan kemungkinan datangnya wabah penyakit menular di daerah yang terkena dampak," ujar William pada Channel News Asia.

Mercy Relief, organisasi kemanusiaan non-pemerintah lokal lainnya, mengatakan mereka saat ini tengah berhubungan dengan mitra-mitranya di Indonesia dan memantau situasi dengan cermat.

"Kami siap membantu, jika diperlukan," kata organisasi tersebut.

Sedikitnya 281 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat tsunami yang dipicu oleh letusan gunung berapi Anak Krakatau. Tsunami menghantam wilayah pesisir di sekitar Selat Sunda antara pulau Sumatra dan Jawa pada Sabtu (22/12) malam.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Dari Papua ke Amerika, Membawa Semangat Membangun Indonesia Sebelummnya

Dari Papua ke Amerika, Membawa Semangat Membangun Indonesia

Ibu Kota Indonesia Raih Penghargaan Transportasi Dunia Selanjutnya

Ibu Kota Indonesia Raih Penghargaan Transportasi Dunia

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of Indonesia in 2014, with two exchange programs in Political Science at National University of Singapore and New Media in Journalism at Ball State University, USA. She was awarded Diplomacy Award at Harvard World Model United Nations and named as Indonesian Gifted Researcher by Australian National University. She is an Editor at Bening Communication, previously worked at the Commonwealth Parliament Association UK and a diplomacy consulting firm Best Delegate LLC in USA.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.