31 Desember 1926: Pemutaran Film Indonesia Pertama di Bioskop

31 Desember 1926: Pemutaran Film Indonesia Pertama di Bioskop

Ilustrasi kursi bioskop © Felix Mooneeram/Unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Tepat pada hari ini 92 tahun yang lalu, perfilman Indonesia mencatatkan sejarah. Sebuah film berjudul Loetoeng Kasaroeng ditayangkan di bioskop, dan itu adalah film Indonesia pertama yang diputar di layar lebar.

Tayangnya Loetoeng Kasaroeng kala itu menjadi angin segar, di tengah serbuan film-film produksi luar negeri dengan tema khas Eropa atau Amerika. Bahkan saat itu tidak semua rakyat Indonesia bisa menikmati film bioskop, sehingga penayangan Loetoeng Kasaroeng menjadi tonggak awal perkembangan film lokal.

Film ini diputar perdana di bioskop Elita, Bandung, pada 31 Desember 1926. Selama seminggu film ini ditayangkan di bioskop hingga 6 Januari 1927, dan turut diputar di bioskop Elite (Majestic) dan Oriental. Durasi filmnya satu jam, sesuai standar film Hollywood saat itu.

NV Java Film Company menjadi perusahaan yang dipercaya menggarap film Loetoeng Kasaroeng. Ini adalah perusahaan perfilman yang didirikan L. Heuveldorp dan G. Krugers. Heuveldorp merupakan warga Belanda yang kenyang pengalaman membuat film di Amerika, sedangkan Krugers adalah juru kamera blasteran Indonesia-Belanda yang menetap di Bandung.

Poster film Loetoeng Kasaroeng (1926) | Sumber: Kompas.com
Poster film Loetoeng Kasaroeng (1926) | Sumber: Kompas.com

Loetoeng Kasaroeng menceritakan tentang legenda terkenal di Sunda. Sebuah kisah mengenai Putri Purbasari yang menjalin hubungan dengan seekor lutung. Awalnya tak ada yang menyangka lutung itu adalah Guru Minda, pangeran tampan yang dikutuk jadi lutung oleh ibunya sendiri, Sunan Ambu.

Walau diproduksi oleh perusahaan asing, tapi pemeran di Loetoeng Kasaroeng banyak berasal dari Indonesia. Salah satunya adalah putri dan keponakan Bupati Bandung saat itu, Wiranatakusumah V. Mereka tampil bersama aktor dan aktris keturunan campuran Indonesia-Belanda dan Indonesia-Tiongkok.

Pemutaran film Loetoeng Kasaroeng berjalan sukses. Bahkan setelahnya, film ini diproduksi lagi di tahun 1952 oleh Touw Film, dan di tahun 1983 buatan Inem Film. Setelahnya, cerita legenda Loetoeng Kasaroeng kemudian menjadi dongeng yang diceritakan turun menurun di masyarakat Indonesia.


Sumber: Kompas.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Membangun Kesadaran Bencana Alam Melalui Komunitas Sebelummnya

Membangun Kesadaran Bencana Alam Melalui Komunitas

Kongres Kebudayaan Desa Bermimpi Pendidikan yang Memerdekakan Anak Indonesia Selanjutnya

Kongres Kebudayaan Desa Bermimpi Pendidikan yang Memerdekakan Anak Indonesia

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

1 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.