Gotong Royong Selamatkan Penyu Usai Tsunami Selat Sunda

Gotong Royong Selamatkan Penyu Usai Tsunami Selat Sunda

Penyu hijau, salah satu hewan yang dilindungi © National Geographic Kids

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Dampak Tsunami Selat Sunda tidak hanya memakan korban jiwa dari manusia dan memporak porandakan infrastruktur, tapi juga membuat sejumlah penyu terdampar.

Cukup banyak penyu yang terdampar di daratan akibat tsunami Selat Sunda. Mereka kesulitan kembali ke habitatnya di laut, lantaran terjebak di reruntuhan, jarak yang jauh ke pantai, dan ada beberapa penyu yang terbalik badannya.

Untuk mengembalikan penyu-penyu ini ke habitat aslinya, tim relawan bergotong royong melakukannya. Satu penyu dibungkus terpal atau karung beras dan diangkat dua sampai empat orang, karena bobot satu ekor bisa mencapai 180 kilogram untuk ukuran dewasa.

Sampai berita ini dirilis ada 20 ekor penyu yang sudah dikembalikan ke laut oleh tim relawan pimpinan Eko Sulistio. Tim yang terdiri dari tujuh orang itu berhasil menyelamatkan jenis-jenis penyu yang terancam punah, seperti penyu tempayan, penyu sisik, dan penyu hijau.

Kemudian di tim yang dibentuk Badan Konservasi Alam Serang, ada 13 ekor penyu yang sukses diselamatkan. Sebagian besar penyu ditemukan di kawasan resor Tanjung Lesung, tempat lebih dari 100 nyawa manusia melayang akibat diterjang tsunami.

Penyelamatan tak hanya dilakukan di area terdampak tsunami, tapi juga dari nelayan-nelayan yang menangkap penyu. Mereka diberi pengarahan bahwa penyu adalah hewan yang dilindungi hukum, jadi harus dikembalikan ke habitatnya.

Tak hanya di Banten, penyu terdampar juga ditemukan di Lampung. Ada setidaknya 15 penyu yang diselamatkan tim SAR dan dikembalikan ke laut, dengan berat satu ekornya kira-kira 30 kilogram.

“Menurut kami, mereka terhempas ke pantai oleh tsunami. Tapi mereka tidak cedera. Jadi kami kembalikan ke laut.” ucap Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung, Teguh Ismail, dikutip dari VoA.


Sumber: Kompas.com, VoA Indonesia

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga20%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang80%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

6 Makanan yang Viral di Indonesia Selama 2018 Sebelummnya

6 Makanan yang Viral di Indonesia Selama 2018

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya Selanjutnya

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.