Yes! Ke Pangandaran, Kini Bisa Naik Kereta Api

Yes! Ke Pangandaran, Kini Bisa Naik Kereta Api

Ilustrasi ©unsplash.com

Jika sebelumnya ke Pangandaran terasa jauh dan melelahkan, kini tak lagi. Hari ini, 2 Januari 2019, PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan Kereta Api (KA) Pangandaran yang akan memiliki rute Jakarta-Bandung-Banjar dan sebaliknya.

Kapasitas KA Pangandaran ini 520 kursi. Kereta Api terdiri atas dua kelas, yakni eksekutif dan premium. Keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 07.50 dan dari Stasiun Banjar pukul 13.55.

Nama kereta api ini diambil dari nama daerah sarat potensi wisata yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar, yakni Pangandaran. Beberapa wisata di wilayah Kabupaten Pangandaran di antaranya Pantai Pangandaran, Pantai Batu Karas, Green Canyon, dan lain sebagainya.

by mypangandaran.com
by mypangandaran.com


"Dioperasikannya KA Pangandaran ini, merupakan salah satu dukungan KAI terhadap program pariwisata Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia (WI-PI) dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat dari Jakarta, Bandung ke wilayah Garut, Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, budaya dan perekonomian di Jawa Barat," ujar Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro dalam keterangannya, Rabu (2/1/2019).

Edi Sukmoro mengatakan pihaknya membuka jalur baru ini karena kebutuhan masyarakat Jabar atas moda transportasi massal seperti kereta api terus meningkat pesat.

Pihaknya pun berupaya membantu moda transportasi yang sudah ada, bukannya bersaing dengan moda transportasi yang lebih dulu beroperasi.

Pilih BanggaBangga65%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang20%
Pilih Tak PeduliTak Peduli10%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi3%
Pilih TerpukauTerpukau3%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Begini Alur Pengaduan Sengketa di BPSK Sebelummnya

Begini Alur Pengaduan Sengketa di BPSK

Karakteristik Perempuan Penulis dan Keberadaannya dalam Sastra Indonesia Selanjutnya

Karakteristik Perempuan Penulis dan Keberadaannya dalam Sastra Indonesia

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.