Seniman Indonesia Tampil di Festival Terbesar di Jazirah Arab

Seniman Indonesia Tampil di Festival Terbesar di Jazirah Arab

Tari Saman Salah Satu Kebudayaan Indonesia yang Tampil di Festival Janadriyah © indonesiana.or.id

Kali ini Indonesia mendapatkan kehormatan sebagai tamu kehormatan dalam acara kesenian terbesar di Jazirah Arab. Gelaran yang bertajuk Festival Janadriyah ini merupakan edisi ke-33, dan digelar di Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (01/01). Seni tari Saman asal Gayo Lues, Aceh dibawakan oleh penari dari Duta Saman Institute (DSI). Tarian ini ditampilkan di hadapan kurang lebih 10.000 penonton yang berasal dari Arab dan beberapa negara sekitarnya.

Penari yang mendapatkan kesempatan untuk menampilkan tarian Saman ini merupakan para penghapal Al-Qur’an di bawah naungan Az-Zahra dan dibina oleh Dian Assatri Nasa’i. Berdasarkan berita yang dilansir kompas.com, pihaknya merasa bangga karena tari Saman yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda ini dapat tampil di perhelatan kebudayaan terbesar di jazirah Arab tersebut.

Selain tari Saman, terdapat pula seniman Banyuwangi yang juga ikut menunjukan kebolehannya di Festival Janadriyah. Seniman Banyuwangi ini menampilkan kesenian khas Banyuwangi seperti Kuntulan, Hadrah, dan Kundaran.

Duta Besar Arab Saudi mengungkapkan bahwa jika Indonesia mau diundang lagi untuk di festival ini, mungkin harus menunggu 70 tahun lagi. ini terjadi karena setiap tahunnya, tamu kehormatan negara selalu berubah. Hal ini tentu merupakan kesempatan yang sangat langka bagi Indonesia untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada mancanegara khususnya Arab.

Dalam Festival Janadriyah ini, selain menampilkan tari Saman dan sederetan kebudayaan Banyuwangi, Indonesia turut menampilkan pencak silat. Dengan tampilnya beberapa kebudayaan tradisional Indonesia di Festival Janadriyah tahun ini merupakan tanda bahwa kesenian Indonesia dapat dinikmati oleh siapa saja, dan bisa diterima di golongan manapun.

Festival Janadriyah ini merupakan Festifal terbesar di Jazirah Arab yang digelar sejak 24 Maret 1985. Dalam Festival Janadriyah ini juga ditampilkan beberapa macam seni budaya Arab seperti balap onta, opera, balap kuda, hingga syair Arab. Penampilan dan seni khas Arab yang ditampilkan di Festival ini datang dari berbagai provinsi di Arab Saudi. Selain kesenian khas Arab, baju tradisional khas Arab juga turut ditampilkan dalam festival ini.


Sumber: kompas.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Bahkan Morotai-pun Kini Tersambung Koneksi Internet Sebelummnya

Bahkan Morotai-pun Kini Tersambung Koneksi Internet

Mahasiswa UI Ciptakan Tangan Robotik yang Bisa Dikendalikan Otak Selanjutnya

Mahasiswa UI Ciptakan Tangan Robotik yang Bisa Dikendalikan Otak

Dea Apriliani
@deaaapriliani

Dea Apriliani

journalist student.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.