Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terus melakukan inovasi untuk menciptakan sebuah sistem seleksi masuk perguruan tinggi yang efisien untuk para calon mahasiswa baru yang sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke jenjang perkuliahan. Sudah beberapa kali melakukan perubahan pada model pendaftaran dan metode pelaksanaan seleksi, kali ini Kemenristekdikti kembali melahirkan beberapa terobosan baru yang diarapkan dapat membantu jalannya proses pelaksanaan seleksi pendaftaran mahasiswa baru ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mejadi lebih efektif dan akuntabel.

Dengan adanya beberapa hal baru yang berubah dari sistem pendaftaran dan seleksi penerimaan mahasiswa baru di PTN, hal ini tentu saja menjadi sesuatu yang penting untuk diketahui. Paham akan model dan konsep seleksi yang ada tentu akan sangat membantu bagi para calon mahasiswa untuk masuk ke PTN yang diimpikan dengan jurusan yang diharapkan.Lantas, apa saja dan bagaimana mekanisme yang baru dari seleksi masuk PTN di tahun 2019?

1. Proses Seleksi Ditangani oleh LTMPT

Menristekdikti bersama jajaran dalam peluncuran resmi LTMPT di Universitas Diponegoro, Semarang, 4 Januari 2019
Menristekdikti bersama jajaran dalam peluncuran resmi LTMPT di Universitas Diponegoro, Semarang, 4 Januari 2019

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) adalah lembaga yang baru saja diresmikan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak dalam Rapat Kerja Nasional ( Rakernas) Kemenristekdikti 2019 yang berlangsung di Universitas Diponegoro Semarang, 4 Januari 2019. Dibentuk berdasarkan peraturan Menristekdikti, LTMPT akan menjadi lembaga resmi yang menangani segala proses tes masuk perguruan tinggi negeri baik itu SNMPTN maupun SBMPTN.

Dengan adanya LTMPT, semua proses pendaftaran, pengisian data, serta tes-tes terkait seleksi masuk perguruan tinggi negeri akan ditangani dengan metode satu pintu, sehingga pelaksanaannya menjadi lebih mudah lewat sistem yang dibuat oleh LTMPT. Mekanisme pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN serta jadwal - jadwalnya pun sudah bisa diakses lewat website resminya yakni www.ltmpt.ac.id.

2. Batasan – Batasan Khusus untuk Peserta SNMPTN

Seperti yang diketahui bahwa peserta jalur SNMPTN adalah mereka yang mendaftar ke PTN tujuan dengan berdasarkan seleksi nilai raport. Jika tahun – tahun sebelumnya siswa bisa memilih minimal tiga program studi di tiga PTN tujuan, kali ini jatahnya dikurangi satu menjadi maksimal dua Program Studi di satu atau dua PTN yang berbeda.

Selain itu, mereka yang telah dinyatakan lolos SNMPTN tidak diperkenankan untuk ikut SBMPTN seperti yang banyak terjadi pada tahun – tahun sebelumnya. Hal ini tentunya memiliki tujuan baik, yakni agar para calon mahasiswa benar – benar memilih program studi dan PTN yang benar – benar tepat dengan kemampuan yang ada pada dirinya.

3. Tes Dulu, Baru Masuk

Suasana tes pada saat SBMPTN 2018 di salah satu kampus (profesi-unm.com)
Suasana tes pada saat SBMPTN 2018 di salah satu kampus (profesi-unm.com)

Pada tahun - tahun sebelumnya, ada tes yang harus dilakukan setelah mendaftar lewat jalur SBMPTN sebelum dinyatakan lulus atau tidaknya seorang calon mahasiswa di kampus tujuannya. Kali ini, sistem tersebut diubah oleh LTMPT. Pendaftar jalur SBMPTN harus mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diadakan oleh LTMPT sebelum akhirnya mendaftar ke kampus tujuannya. UTBK terdiri dari dua jenis tes, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Dengan mengantongi kedua nilai ini barulah seseorang bisa mendaftar ke kampus yang diinginkannya dengan jalur SBMPTN. UTBK akan dilakukan di 74 lokasi di seluruh Indonesia, dan para pendaftar bisa memilih sendiri waktu dan tempat pelaksanaan sesuai denga jadwal yang tertera. Selain itu, pendaftar boleh mengikuti UTBK sebanyak 2 kali.

Dengan diubahnya sistem pelaksanaan seleksi masuk PTN ini, ada harapan besar dari Kemenristekdikti melalui LTMPT bahwa kedepannya penjaringan calon – calon mahasiswa terbaik di PTN – PTN terbaik pun akan bisa terlaksana dengan baik. Selain itu, Menristekdikti dalam pendapat pribadinya pun menuangkan harapan agar sistem SM-PTN 2019 ini tidak akan menjadi momok yang membingungkan bagi para siswa.

Jadi, para calon mahasiswa, sudah siapkah dengan SM-PTN 2019?


*GNFI

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu