Metode “Curhat” untuk Memajukan Madrasah

Metode “Curhat” untuk Memajukan Madrasah

© unsplash.com

Tanoto Foundation Balikpapan mengadakan Pelatihan Praktik Baik Peran Serta Masyarakat yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Kemenag Balikpapan untuk para komite, kepala sekolah, dan guru dari 16 SD/MI mitra. Hal ini tentunya perlu diadakan sebab peran komite dan masyarakat sangat sentral dalam pengembangan sekolah. Bahkan ia menegaskan komite adalah roh sekolah.

“Tanpa bantuan komite, madrasah yang dulu saya pimpin tidak pernah semaju saat ini. Komite telah menggerakkan masyarakat menyumbangkan dana, pemikiran dan tenaga untuk membantu madrasah kami berkembang,” ujar Sartono, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Balikpapan. Di samping peran serta komite, peran serta masyarakat juga sangat penting, Pentingnya peran serta masyarakat ini juga dirasakan oleh Gunanto, Kepala Madrasah MI Nahdlatul Ulama Balikpapan.

Dari adanya keikutsertaan masyarakat dan peran komite yang berjalan, Gunanto berpendapat bahwa madrasahnya berkembang pesat karena pergerakan komite yang masif untuk menggerakkan masyarakat mendukung madrasah.

Menurut Gunanto, terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan untuk dapat melibatkan masyarakat dan komite sekolah agar mau berpartisipasi membantu kemajuan sekolah. ”Pertama adalah transparansi. Saya selalu melaporkan pemasukan dan pengeluaran sekolah, bahkan sampai gaji para guru saya laporkan ke komite sekolah, komite atau paguyuban kelas dan masyarakat. Kedua adalah sifat rendah hati dan menunjukkan kemajuan dan prestasi,” ujarnya seperti yang disampaikan pada siaran pers yang diterima GNFI.

Dalam menjalankan hal tersebut, Gunanto memiliki caranya sendiri untuk bisa melaporkan perkembangan sekolah ke masyarakat dan memantik kepedulian masyarakat terhadap pengembangan sekolah. Media yang ia gunakan adalah sekolah, pengajian, arisan dan penggalangan dana yang diadakan sebulan sekali di mushola sekolah. Dari tempat-tempat tersebut, Gunanto gencar memberikan laporan dan mengadakan diskusi tentang pengembangan sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, Gunanto melakukan metode “curhat” untuk dapat menarik simpati masyarakat, “Setiap bulan sekali, saya curhat terhadap semua anggota komite dan masyarakat tentang masalah-masalah madrasah, melaporkan semua pemasukan dan pengeluaran, alokasi-alokasinya dan mana-mana yang masih dibutuhkan bantuan masyarakat. Dengan keterbukaan tersebut, masyarakat menjadi tahu mana yang masih butuh bantuan mereka. Pengajian yang diadakan juga menumbuhkan kepedulian mereka untuk membantu,” ujar salah satu fasilitator program PINTAR usungan Tanoto Foundation ini.

Dari “curhat” yang ia lakukan tersebut, masyarakat akhirnya tergerak untuk ikut membantu pengadaan buku untuk literasi, pengadaan amplifier, pembangunan tangga dan toilet, serta masih banyak lagi hal lainnya.

Menurut Gunanto, hal yang paling luar biasa adalah ketika peran masyarakat saat madrasah mengadakan Muharram Fair MI Nahdlatul Ulama, “Siswa-siswa bersama guru kelas dan komite kelas membuat benda-benda prakarya seperti tempat tisu, tempat permen dan lain-lain dari barang bekas. Benda-benda itu dijual pada bazaar siswa dan semua barang laku hingga memberikan masukan untuk kelas,” katanya bangga.

Dari cara tersebut, tiap kelas memperoleh dana masukan 200 sampai 300 ribu karena kegiatan tersebut dan dibelikan untuk alat kebersihan seperti sapu, penghapus dan lain-lain. Berkat peran yang besar dari masyarakat, tampilan MINU banyak berubah, dan murid yang mendaftar ke MINU juga semakin bertambah.

Dalam mengaktifkan peran serta masyarakat, MIN 1 Balikpapan juga ikut turut berpartisipasi dengan membangun pagar madrasah tersebut. “Setelah bertemu komite dan masyarakat, masyarakat secara sukarela membantu menyumbangkan semen, batu bata, dan lain,” ujar Agus Hardiyanto, Kepala Madrasah.

“Komite sekolah memiliki fungsi untuk menggerakkan masyarakat peduli sekolah. Komite harus benar-benar memahami fungsi dan perannya. Selama ini saya lihat beberapa komite hanya ditunjuk dan kurang mengetahui tugas-tugasnya,” ujar Mukiran Kabid pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan.


Sumber: Siaran Pers

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ashafina, Pengukir Sejarah Baru Indonesia di Simulasi Sidang PBB Sebelummnya

Ashafina, Pengukir Sejarah Baru Indonesia di Simulasi Sidang PBB

Bagaimana Nasib Ponsel Ilegal di Indonesia? Ini bocoran Aturan dari Kemenkominfo! Selanjutnya

Bagaimana Nasib Ponsel Ilegal di Indonesia? Ini bocoran Aturan dari Kemenkominfo!

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.