Startup 'Akulaku' Terima Suntikan Dana Rp 1,4 T dari Alibaba

Startup 'Akulaku' Terima Suntikan Dana Rp 1,4 T dari Alibaba

Akulaku di Hari Pesta Kredit Nasional © travelmaker.ID

Startup fintech asal Indonesia, Akulaku, dikabarkan sedang dalam tahap pembicaraan dengan Ant Financial agar perusahaan asal China itu bergabung dalam pendanaan seri D senilai US$100 juta atau setara Rp 1,4 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.000).

Ant Financial merupakan lini bisnis Alibaba di sektor jasa keuangan yang menawarkan jasa mulai dari sistem pembayaran hingga remitansi. Jika jadi menyuntikkan dana, maka penetrasi Ant Financial akan semakin kuat di Indonesia, khususnya sektor e-commerce.

KrAsia melaporkan jika suntikan dana ini terealisasi, Akulaku akan mengumpulkan dana US$220 juta.

Akulaku. Foto: KrAsia
Akulaku. Foto: KrAsia

Pada bulan Oktober 2017, perusahaan mengumpulkan dana sebesar US$70 juta yang dipimpin oleh Fanpujinke Group dan sejumlah investor dari Sequoia India, BlueSky Venture Capital, dan Qimimng Venture Capital, seperti dikutip dari e27.com.

Masuknya Alibaba ke Akulaku diduga untuk memperluas penetrasi bisnis dan portofolio bisnisnya. Utamanya, Alibaba bisa memperluas pasar layanan e-commerce di Indonesia. Sebab, Alibaba pun turut menanamkan modal di Lazada dan Tokopedia di Indonesia.

Apalagi, Akulaku juga beroperasi di Filipina, Vietnam, dan Malaysia. Tak hanya Akulaku, Alibaba juga berinvestasi di sejumlah fintech lokal, seperti DANA, Indonesia; GCash di Filipina; TrueMoney, Thailand; dan, TnGD di Malaysia.

ack Ma selaku pendiri sekaligus Chairman Eksekutif dari Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok mengisi acara Gelaran International Monetary Fund - World Bank (IMF-WB) 2018 di Nusa Dua Bali. (12/10). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Katadata
ack Ma selaku pendiri sekaligus Chairman Eksekutif dari Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok mengisi acara Gelaran International Monetary Fund - World Bank (IMF-WB) 2018 di Nusa Dua Bali. (12/10). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Katadata

Menurut laporan CNBC Indonesia, Akulaku didirikan pada tahun 2014 dengan lini bisnis utamanya kartu kredit virtual. Selain di Indonesia, Akulaku juga beroperasi di Filipina, Vietnam, dan Malaysia.

Lini bisnis perusahaan lainnya termasuk Asetku (pinjaman P2P), Akulaku Silvrr (marketplace), Akugrosir (e-commerce B2B), dan Akulaku Finance (multifinance). Produk terbarunya adalah kredit offline, yang memungkinkan pelanggan membayar dengan cicilan di pedagang offline.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mahasiswa UGM Raih Penghargaan "Best Presenter" Seminar Internasional di Malaysia Sebelummnya

Mahasiswa UGM Raih Penghargaan "Best Presenter" Seminar Internasional di Malaysia

Perolehan Medali Sementara ASEAN School Games 2019 Selanjutnya

Perolehan Medali Sementara ASEAN School Games 2019

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.