Indonesia akan mengirim tambahan sekitar 400 Pasukan Perdamaian PBB, untuk memenuhi target 4.000 pasukan di wilayah-wilayah konflik. Pengiriman tambahan pasukan akan dilakukan tahun ini.

Menurut data dari PBB, Indonesia saat ini menempati peringkat ke-7 dalam menyumbang pasukan perdamaian PBB. Sejak 30 November 2018 lalu Indonesia telah mengirimkan 3.545 pasukan perdamaian, dan sisanya akan segera diberangkatkan tahun 2019.

Bicara tentang menjaga perdamaian di wilayah-wilayah konflik, tantangan ke depannya akan lebih sulit, karena Amerika Serikat menarik pasukan perdamaiannya. Hal tersebut dituturkan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Febrian Ruddyard.

“Kami inginnya tidak ada lagi konflik. Sebab penambahan pasukan penjaga perdamaian artinya konflik bertambah. Sekarang ini jumlah pasukan penjaga perdamaian dari Indonesia disebar ke beberapa daerah konflik dan kita masih kurang sekitar 400 pasukan lagi,” ujarnya dikutip dari Tempo.co.

Namun demikian bukan berarti ribuan pasukan yang dikirim Indonesia tidak akan memberi manfaat. Sebab, dengan penempatan personel militer di wilayah-wilayah konflik tersebut, Indonesia dapat memperkuat pengakuan internasional atas kemampuan membantu menjaga perdamaian dunia.

Selain itu, Indonesia juga memperbesar kesempatan memperluas pengadaan barang dan jasa untuk berbagai misi perdamaian PBB. Peluang partisipasi pelaku bisnis pun juga membesar dengan pengiriman pasukan perdamaian PBB ini.


Sumber: Tempo.co

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu