BASF dan Aliansi Global untuk Kurangi Sampah Plastik

BASF dan Aliansi Global untuk Kurangi Sampah Plastik

Ilustrasi sampah plastik © John Cameron/Unsplash

Kamis (17/1) menjadi hari bersejarah untuk BASF, karena mereka turut memprakarsai aliansi global yang memerangi sampah plastik. Sebanyak hampir 30 perusahaan bergabung dengan BASF yang merupakan produsen bahan kimia terbesar di dunia, untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.

Dinamakan Alliance to End Plastic Waste (AEPW), aliansi ini memberikan komitmen sebesar USD 1 miliar dengan target investasi sebesar USD 1,5 miliar selama lima tahun ke depan, untuk membantu mengatasi masalah lingkungan karena sampah plastik, terutama di lautan.

Aliansi ini adalah organisasi nirlaba yang mencakup perusahaan dari seluruh dunia plastik dan rantai nilai barang konsumen, terdiri dari produsen kimia dan plastik, perusahaan barang konsumen, pengecer, konverter, dan perusahaan pengelolaan limbah.

AEPW akan bekerja dengan pemerintah, organisasi antar pemerintah, akademisi, organisasi non-pemerintah dan masyarakat sipil untuk berinvestasi dalam proyek-proyek bersama untuk menghilangkan sampah plastik dari lingkungan.

“Kami sangat mendukung tujuan untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan,” ucap Ketua Dewan Direktur Eksekutif dan Kepala Teknologi BASF, Dr. Martin Brudermüller, dikutip dari siaran pers yang diterima GNFI.

Dr. Martin Brudermüller | Foto: BASF
Dr. Martin Brudermüller | Foto: BASF

“Kami bersama-sama mendirikan AEPW, karena kami ingin mendorong dan mempromosikan solusi yang secara efektif akan membantu memecahkan masalah sampah plastik dunia,” tambahnya.

Lebih lanjut Dr. Martin juga menjelaskan, bahwa plastik sebenarnya punya manfaat dapat menghemat sumber daya dan memungkinkan kesehatan, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat. Hanya saja, limbahnya perlu didaur ulang dengan tepat dan bertanggung jawab.

Untuk itu AEPW telah mencanangkan empat proyek yang akan berkontribusi terhadap solusi di empat area kunci. Pertama adalah pengembangan infrastruktur, kedua yakni inovasi, ketiga yaitu edukasi dan ketrlibatan, lalu yang keempat adalah pembersihan.

“Semua setuju bahwa sampah plastik bukan milik lautan kita atau di manapun di lingkungan. Ini adalah tantangan global yang kompleks dan serius yang membutuhkan tindakan cepat dan kepemimpinan yang kuat. Aliansi baru ini adalah upaya paling komprehensif saat ini untuk mengakhiri sampah plastik di lingkungan,” kata CEO Procter & Gamble dan Ketua AEPW, David Taylor.**

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih100%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Indonesia Dapat Penghargaan ASEAN Tourism Award 2019 Sebelummnya

Indonesia Dapat Penghargaan ASEAN Tourism Award 2019

Pencapaian Misi Feedloop Yang Didanai East Ventures Selanjutnya

Pencapaian Misi Feedloop Yang Didanai East Ventures

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.