Indonesia Ekspor 250 Kereta Api ke Bangladesh

Indonesia Ekspor 250 Kereta Api ke Bangladesh

Kereta © unsplash.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Indonesia memiliki pabrik kereta api yang terintegrasi pertama di Asia Tenggara ini memproduksi kereta api yang diekspor ke Bangladesh. Pengiriman kereta ke Bangladesh ini mulai pada Minggu, 20 Januari hingga Juli 2019. Pengiriman dilaksanakan secara berangsur-angsur, dan pada pengiriman pertama ini Indonesia mengirimkan 15 kereta dari 250 kereta,

Pengiriman kereta ini dilakukan melalui jalur laut,melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dari total 250 kereta yang akan dikirimkan tersebut terdapat banyak jenisnya yaitu antara lain 50 kereta tipe BG dan 200 kereta tipe "Meter Gauge" (MG). perbedaan antara kereta dengan tipe BG dan MG adalah perbedaan lebar tracknya. Selain itu, dua tipe kereta ini juga memiliki perbedaan kapasitas penumpang. Kapasitas kereta tipe MG mempunyai kapastias 55 hingga 6 kursi, sedangkan tipe BG memiliki kapasitas 90 kursi.

Dari masing-masing tipe tersebut juga akan dirangkai beberapa jenis kereta yakni kereta tidur dengan AC (WJC), Kereta penumpang dengan AC (WJCC), kereta penumpang tanpa fasilitas AC (WEC), kereta pembangkit (WPC), dan kereta makan (WECDR).

Sebelum Indonesia mengirimkan 250 kereta ke Bangladesh, Indonesia juga pernah mengekspor 150 kereta pada tahun 2016 dan 50 kereta pada tahun 2006 ke tujuan negara yang sama. Selain ke Bangladesh, PT. INKA (Persero) juga pernah memenuhi pesanan kereta ke luar negeri lainnya meliputi Power Generating Car (PGC) dan gerbong barang ke Malaysia; Well Wagon ke Singapura; Ballast Hopper Wagon (BHW) ke Thailand; Lokomotif ke Filipina; dan Blizzard Center Sills ke Australia.

Pada saat ini PT INKA (Persero) sedang melakukan penyelesaian produksi 438 kereta pesanan PT. KAI (Persero) yang sampai saat ini telah terkirim 288 kereta. Adapun produk pesanan PT KAI (Persero) lainnya adalah 31 trainset Light Rail Transit (LRT), di mana setiap trainset terdapat 6 kereta yang akan di-delivery mulai pertengahan tahun 2019.

Menurut Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto mengatakan pada wartaekonomi.com "Ini adalah bukti bahwa anak bangsa mampu bersaing dan kemampuannya diakui di dunia internasional," tuturnya. Selain itu, Airlangga juga mengapresiasi PT INKA yang memenangkan tender sehingga mampu ekspor kereta ke Bangladesh.


Sumber: wartaekonomi.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga73%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang18%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau9%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Pereda Keresahan Bernama @Lomba_Mahasiswa Sebelummnya

Pereda Keresahan Bernama @Lomba_Mahasiswa

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo

Dea Apriliani
@deaaapriliani

Dea Apriliani

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.