Aruna & Lidahnya Menuju Berlin

Aruna & Lidahnya Menuju Berlin
info gambar utama

Film yang mendapat pujian besar, Aruna & Lidahnya (Aruna & Her Palate) akan mewakili Indonesia di Berlin International Film Festival ke-69 di bawah program Culinary Cinema.

Program Culinary Cinema akan berada di edisi ke-13 tahun ini, dengan moto "A Taste for Balance", berjalan dari 10 hingga 15 Februari. Hingga 10 film dokumenter dan dua film fiksi akan ditayangkan, dengan fokus pada hubungan antara makanan, budaya, dan politik.

Aruna & Lidahnya akan hadir di program festival tersebut dengan film layar lebar dan beberapa episode televisi dari Inggris, Iran, Spanyol, Yunani, Peru, Jepang, dan Tiongkok.

"Menjaga cita rasa bukan hanya ide yang bagus untuk diet sehat, tetapi juga resep untuk menjaga demokrasi," jelas direktur festival Dieter Kosslick.

Kurator Thomas Struck mengatakan kesamaan film dan makanan. "Mereka tidak hanya dinikmati dalam periode waktu tertentu tetapi mereka juga dibuat dari berbagai elemen. Seni untuk menjaga bumbu dan waktu tetap seimbang," katanya.

Aruna & Lidahnya sendiri mendapat sambutan hangat ketika dirilis pada bulan September tahun lalu, karena arahan sutradara Edwin yang luar biasa serta penampilan bintang oleh aktor utama Dian Sastrowardoyo, Oka Antara, dan Nicholas Saputra, yang memenangkan penghargaan Best Supporting Male di 2018 Indonesian Film Festival Awards untuk penampilannya dalam film ini.

Laksmi Pamuntjak | Sumber: Jakarta Post
info gambar

Film ini berasal dari novel terlaris 2014 oleh Laksmi Pamuntjak, dengan judul bahasa Inggris asliThe Birdwoman's Palate yang merupakan novel kedua penulis tersebut.

Laksmi akan menjadi salah satu dari mereka yang menghadiri pemutaran perdana Berlinale dari Aruna & Lidahnya, yang dilaporkan bersama sutradara Edwin, yang sudah memiliki nama di dalam Berlinale karena filmnya Kebun Binatang yang ditampilkan dalam program Kompetisi festival di 2012.

Untuk meningkatkan semangat film di festival, master chef yang berbasis di Berlin The Duc Ngo, yang memiliki beberapa restoran populer di Berlin Kantstrasse, juga akan menghidangkan interpretasinya sendiri tentang masakan Indonesia selama pemutaran film makan malam, yang dapat menampung hingga 200 orang.

Duc Ngo akan menyajikan interpretasi sendiri tentang masakan Indonesia pada 11 Februari, di mana makan malam akan mengikuti pemutaran perdana film Eropa pada tanggal itu.

Following the film’s premiere on Feb. 11, Laksmi said there would be a second screening on Feb. 12.

Gado-gado | Sumber: Wikimedia
info gambar

Beberapa hidangan yang akan disajikan oleh koki tersebut dalam tiga hidangan akan memuat variasi hidangan Indonesia gado-gado dan sambal. Dia juga akan menyajikan interpretasi mie daging kepiting Pontianak - hidangan yang ditampilkan secara menonjol dalam film ini.

Setelah pemutaran perdana film pada 11 Februari, Laksmi mengatakan akan ada pemutaran kedua pada 12 Februari.


Sumber: Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini