Terima "Hadiah" Bergengsi dari Asosiasi Penulis Internasional PEN, Karyanya Akan Rilis di Inggris

Terima "Hadiah" Bergengsi dari Asosiasi Penulis Internasional PEN, Karyanya Akan Rilis di Inggris

Novel Gentayangan karya Intan Paramaditha © Sumber: Shutterstock

Penulis Indonesia ternama Intan Paramaditha telah dianugerahi dua "hadiah" bergengsi dari asosiasi penulis internasional PEN, yang akan digunakan untuk menerjemahkan dan menerbitkan buku terbarunya.

Novel petualangan keluaran tahun 2017 karya Intan yang berjudul Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu memenangkan PEN Translates Award dan Heim Translation Fund Grant dari PEN America.

Heim Translation Fund Grant akan menanggung biaya terjemahan penerbit buku serta memastikan bahwa proyek selesai tepat waktu.

Gentayangan akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Stephen J. Epstein.

Menanggapi format baru-baru ini dari "pilih-sendiri-petualangan", Intan menggambarkan bukunya sebagai refleksi dari perjalanan dan perpindahan di dunia yang menguji akses, hak istimewa, dan keterasingan yang dialami oleh orang-orang seperti wisatawan, pelajar internasional, pekerja migran, komunitas diaspora, dan orang buangan.

Intan Paramaditha | Foto: Kurniawan Ulung / Jakarta Post
Intan Paramaditha | Foto: Kurniawan Ulung / Jakarta Post

Pembaca bertanggung jawab untuk mengarahkan nasib dan pilihan dari sang protagonis, seorang wanita yang bepergian dengan sepatu merah terkutuk, dan menghibur gagasan bahwa sang pembaca adalah "makhluk" yang ada di mana-mana yang mengawasi konsekuensi dari pilihan-pilihan wanita itu.

Setting dari novel tersebut membawa pembaca ke jalan-jalan kotor di Kota New York, Jakarta, atau Tijuana, ke pasar, kuburan, masjid, kapal, dan perbatasan.

Sang protagonis mengendarai taksi yang pengap atau kereta api yang tidak berhenti, dengan setiap keputusan hanya mengedepankan poin bahwa seseorang hidup sebagai seorang gentayangan (berkeliaran, menghantui, atau hanya berada di antara tempat-tempat).

Karena ketertarikan pada format tersebut sejak kecil dan selalu ingin menulis sebuah cerita dengan gaya seperti itu, baru setelah bertahun-tahun bepergian dan menjalani gaya hidup mobile, Intan mulai menyatukan hubungan antara format dan gagasan perjalanan itu sendiri.

“Ketika kita berbicara tentang perjalanan, kita selalu dihantui oleh pertanyaan tentang bagaimana kita sampai di sana, petualangan atau kesialan apa yang telah kita pilih, dan semua pertanyaan bagaimana-jika: Bagaimana jika kita mengambil jalan lain? Apakah hidup akan lebih baik jika saya pergi ke tempat lain atau tinggal?" ucap Intan seperti yang dikutip dari The Jakarta Post. “Dalam novel ini, Anda dapat kembali ke halaman pertama dan mengulangi, mengambil rute yang berbeda dan akhirnya Anda dapat melihat versi berbeda dari diri Anda di alam semesta paralel.”

Cover novel Gentayangan | Sumber: Twitter
Cover novel Gentayangan | Sumber: Twitter

Gentayangan akan diterbitkan di Inggris oleh Harvill Secker / Random House Penguin pada tahun 2020.

Harvill Secker juga menerbitkan kumpulan cerpen Intan yang diakui secara kritis, Apple and Knife, di Inggris pada bulan Desember. Kumpulan cerpen tersebut mendapat pujian kritis saat hadir dalam versi bahasa Inggris, terpilih sebagai Buku Tahun Ini oleh The White Review Tahun 2018 dan 2018 Bram Stoker Awards Preliminary Ballot.

Karya tersebut juga akan ditampilkan di London Book Fair, yang akan diadakan antara 12 dan 14 Maret, di mana Intan akan membuat penampilan pertamanya.

Apple and Knife merupakan antologi dari beberapa cerita pendek yang dia terbitkan sebelumnya dalam dua koleksi.

Koleksi cerita pendek Kumpulan Budak Setan | Sumber: Bukalapak
Koleksi cerita pendek Kumpulan Budak Setan | Sumber: Bukalapak

Intan merilis koleksi cerita pendek Sihir Perempuan pada tahun 2005 dan Kumpulan Budak Setan pada tahun 2010, dengan yang terakhir ditulis bersama oleh sesama novelis Indonesia yang diakui secara internasional Ugoran Pasad dan Eka Kurniawan.

Sihir Perempuan terpilih sebagai Penghargaan Sastra Khatulistiwa 2005, sedangkan Gentayangan versi Indonesia dinobatkan sebagai Karya Sastra Terbaik untuk Fiksi Prosa oleh majalah TEMPO pada tahun 2017.


Sumber: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Emily Blunt Terima Penghargaan di SAG Awards Kenakan Perhiasan Desain Anak Bangsa Sebelummnya

Emily Blunt Terima Penghargaan di SAG Awards Kenakan Perhiasan Desain Anak Bangsa

10 Kota Ramah Vegan di Dunia Versi The Vegan Word Selanjutnya

10 Kota Ramah Vegan di Dunia Versi The Vegan Word

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.